Kementerian P2MI Buka Akses 320.000 Lowongan Kerja di Luar Negeri untuk Warga Indonesia

Penulis: Qodri Anwar  •  Senin, 18 Mei 2026 | 14:58:02 WIB
Menteri P2MI Mukhtarudin mengumumkan 320.000 lowongan kerja luar negeri untuk tenaga kerja profesional Indonesia.

JAWA TENGAH — Jakarta – Kabar baik bagi pencari kerja Indonesia yang ingin mengembangkan karier di luar negeri. Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar 320.000 lowongan pekerjaan yang tersedia di berbagai negara. Seluruh lowongan ini berada di sektor formal dan membutuhkan tenaga kerja dengan kualifikasi spesifik.

“Berdasarkan data di sistem kami yang sudah terverifikasi oleh perwakilan kita di luar negeri, ada kurang lebih 320.000-an lowongan pekerja migran, dan ini semuanya sektor formal yang membutuhkan skill, baik medium skill maupun hard skill,” kata Mukhtarudin di Jakarta, Senin (18/5/2026).

Sektor dan Negara Tujuan yang Paling Banyak Dibutuhkan

Lowongan kerja ini tersebar di beberapa sektor utama. Berdasarkan penjelasan Menteri Mukhtarudin, kebutuhan tenaga kerja paling besar berasal dari sektor manufaktur, jasa perhotelan dan hospitality di kapal pesiar, industri penerbangan, serta kesehatan. Selain itu, sektor pertanian dan perikanan juga membuka banyak posisi.

Jepang menjadi salah satu negara dengan permintaan tertinggi. “Di Jepang, mereka butuh tenaga kerja yang profesional, dan mereka butuh banyak, karena mereka sedang mengalami aging population. Usia produktif mereka berkurang, sedangkan Indonesia sedang dalam masa bonus demografi,” jelas Mukhtarudin. Data dari SISKOP2MI Kementerian P2MI menunjukkan mayoritas lowongan di Jepang adalah pekerja di bidang pertanian.

Profil Pekerja Migran yang Dicari: Profesional, Bukan TKW

Pemerintah menegaskan bahwa karakter pekerja migran Indonesia saat ini telah berubah secara fundamental. Mukhtarudin menekankan bahwa lowongan yang tersedia kini bukan lagi untuk pekerja kasar seperti TKI atau TKW di masa lalu.

“Jadi prinsipnya bahwa pekerja migran itu bukan lagi TKI atau TKW seperti zaman dulu. Tapi ini adalah mereka pekerja migran yang profesional, yang bekerja di sektor formal dan tentunya mempunyai skill yang baik,” tegasnya.

Pergeseran ini menuntut calon pekerja migran untuk memiliki kompetensi yang relevan, baik dalam bentuk sertifikasi keahlian maupun pengalaman kerja di bidang yang diminati.

Cara Mendaftar dan Memverifikasi Lowongan

Seluruh lowongan yang diumumkan telah melalui proses verifikasi oleh perwakilan Indonesia di luar negeri. Calon pekerja migran disarankan untuk mengakses data resmi melalui sistem SISKOP2MI milik Kementerian P2MI. Informasi lengkap mengenai persyaratan, negara tujuan, dan jenis pekerjaan dapat diakses melalui website resmi Kementerian P2MI.

Pemerintah juga mengingatkan agar calon pekerja migran selalu menggunakan jalur resmi dan menghindari calo atau agen perekrutan ilegal untuk mencegah penipuan dan pelanggaran hak tenaga kerja.

FAQ: Lowongan Kerja Luar Negeri untuk Warga Indonesia

Apakah lowongan kerja di luar negeri ini hanya untuk lulusan perguruan tinggi?
Tidak. Kementerian P2MI menyebutkan bahwa lowongan terbuka untuk tenaga kerja dengan medium skill dan hard skill. Artinya, lulusan SMK, D3, dan S1 dengan keterampilan teknis di bidang manufaktur, perhotelan, atau pertanian memiliki peluang yang sama besar.

Bagaimana cara memastikan lowongan tersebut bukan penipuan?
Seluruh lowongan yang disebutkan sudah terverifikasi oleh perwakilan Indonesia di luar negeri dan tercatat dalam sistem SISKOP2MI. Calon pekerja migran hanya perlu mendaftar melalui kanal resmi Kementerian P2MI dan menghindari tawaran dari pihak yang tidak memiliki izin penempatan tenaga kerja.

Dengan jumlah lowongan yang mencapai ratusan ribu, peluang ini menjadi momentum bagi tenaga kerja Indonesia untuk bersaing di pasar global. Persiapan keterampilan dan dokumen yang matang menjadi kunci utama untuk mengisi posisi-posisi profesional tersebut.

Reporter: Qodri Anwar
Sumber: cnbcindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top