Banjir Rob Rendam 7 Kabupaten di Pantura Jateng, BMKG Peringatkan Puncak Pasang Pukul 12.00-16.00 WIB

Penulis: Teguh Prasetyo  •  Sabtu, 23 Mei 2026 | 10:13:01 WIB
Banjir rob merendam tujuh kabupaten di Pantura Jawa Tengah akibat pasang air laut maksimum.

PEKALONGANBanjir rob kembali melumpuhkan aktivitas di kawasan pesisir Pantura Jawa Tengah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang mengeluarkan peringatan dini bahwa potensi banjir air laut pasang masih akan berlangsung hingga sore hari, dengan dampak yang meluas ke tujuh daerah sekaligus.

Prakirawan BMKG, Retna Swasti Karini, menyebutkan bahwa genangan rob tidak hanya merendam pemukiman penduduk, tetapi juga sawah, tambak ikan, pasar tradisional, dan ruas jalan utama di sejumlah titik. "Banjir akibat rob di sejumlah daerah di Pantura seperti Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Jepara, dan Pati tidak hanya merendam pemukiman penduduk, sawah, tambak, pasar, dan jalan," ujarnya, Sabtu (23/5).

Gelombang Tinggi Ikut Mengancam Pelayaran

Selain rob, nelayan dan operator kapal di perairan selatan dan utara Jateng juga diminta waspada. BMKG mencatat tinggi gelombang di perairan selatan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter, sementara di perairan utara berkisar 1 hingga 1,25 meter. Kondisi ini membahayakan kapal nelayan, tongkang, dan kapal angkutan barang saat kecepatan angin melampaui 15 knot.

Retna menambahkan bahwa aktivitas bongkar muat di pelabuhan, budidaya perikanan darat, hingga produksi garam rakyat ikut terganggu. "Air laut pasang dengan ketinggian maksimum 1 meter berdampak banjir di sejumlah daerah di Pantura," kata dia.

Mengapa Wilayah Pekalongan Paling Rawan?

Kabupaten Pekalongan menjadi salah satu daerah yang paling sering dilanda rob di Pantura. Penurunan muka tanah (land subsidence) yang masif akibat eksploitasi air tanah dan beban bangunan membuat kawasan pesisirnya terus ambles. Ketika air laut pasang, drainase tidak mampu mengalirkan air ke laut, sehingga genangan dengan cepat meluas ke permukiman.

Kondisi serupa juga terjadi di Kota Semarang dan Demak, di mana rob sudah menjadi langganan tahunan. Namun, intensitas dan durasi genangan tahun ini dinilai lebih panjang karena faktor fase bulan purnama yang meningkatkan volume pasang maksimum.

Apa yang Harus Dilakukan Warga?

BMKG mengimbau warga yang tinggal di bantaran sungai dan pesisir untuk mengamankan barang-barang elektronik serta dokumen penting ke tempat yang lebih tinggi. Aktivitas di luar rumah, terutama bagi pengendara sepeda motor, sebaiknya ditunda hingga air surut sekitar pukul 17.00 WIB.

Pemerintah daerah setempat juga diminta menyiagakan pompa air portabel dan posko pengungsian darurat jika genangan meluas ke permukiman padat penduduk. Hingga berita ini diturunkan, sejumlah ruas jalan di Pekalongan dan Batang sudah mulai digenangi air setinggi betis orang dewasa.

Reporter: Teguh Prasetyo
Sumber: metrotvnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top