SOLO — Pemerintah Kota Surakarta menggelar kerja bakti massal di kawasan Benteng Vastenburg dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional 2026. Aksi ini melibatkan aparatur sipil negara (ASN) dan warga sekitar yang bergotong royong membersihkan area benteng dari sampah serta rumput liar. Langkah itu sekaligus menjadi ajakan agar masyarakat lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dan pelestarian situs bersejarah di tengah kota.
Benteng Vastenburg, yang dibangun pada masa kolonial Belanda, kerap menjadi sorotan karena kondisinya yang kurang terawat. Sebagai salah satu bangunan cagar budaya di Solo, benteng ini menyimpan nilai sejarah tinggi namun seringkali hanya menjadi latar foto atau tempat parkir liar. Kegiatan Harkitnas tahun ini sengaja dipilih di lokasi tersebut untuk menekankan pentingnya peran serta warga dalam menjaga aset kota.
Pemkot Solo selama ini gencar mengkampanyekan program kebersihan kota, terutama di titik-titik rawan kumuh dan kawasan publik. Kerja bakti di Benteng Vastenburg bukan sekadar acara seremonial, melainkan upaya konkret menanamkan kesadaran kolektif bahwa kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Warga yang ikut serta dalam kegiatan ini diharapkan menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.
Pola peringatan Harkitnas di sejumlah daerah di Jawa Tengah biasanya masih didominasi upacara bendera dan pidato. Solo mencoba memberikan warna berbeda dengan aksi yang lebih aplikatif. Pendekatan ini dinilai lebih efektif untuk menyentuh langsung kebutuhan masyarakat dan memberikan dampak visual yang bisa dirasakan, terutama dalam hal pemeliharaan fasilitas umum dan cagar budaya.
Pihak Pemkot belum merinci jadwal kerja bakti susulan, namun kegiatan serupa di lokasi lain kemungkinan akan digelar secara berkala. Fokus utama tetap pada pengelolaan ruang publik dan pelibatan komunitas lokal. Dengan adanya aksi nyata seperti ini, diharapkan semangat kebangkitan nasional tidak hanya berhenti pada tanggal 20 Mei, tetapi terus hidup dalam keseharian warga Solo.
Apa fungsi Benteng Vastenburg saat ini? Benteng ini kini berfungsi sebagai ruang terbuka publik dan kerap digunakan untuk kegiatan seni budaya. Namun, statusnya sebagai cagar budaya membuat perawatannya memerlukan koordinasi antara Pemkot dan Balai Pelestarian Kebudayaan.
Apakah kerja bakti ini akan rutin dilakukan? Belum ada keputusan resmi mengenai jadwal rutin, namun Pemkot Solo mengindikasikan akan mengadakan kegiatan serupa secara berkala untuk menjaga kebersihan dan kelestarian benteng.