Transisi Energi Ubah Peran Pembangkit Termal, PLN NP Genjot Fleksibilitas dan Keandalan Sistem

Penulis: Qodri Anwar  •  Selasa, 26 Mei 2026 | 15:11:01 WIB
Direktur Operasi PLN NP Komang Parmita menjelaskan pentingnya fleksibilitas pembangkit termal di era transisi energi.

JAWA TENGAH — Direktur Operasi Pembangkit Gas PLN Nusantara Power, Komang Parmita, menjelaskan bahwa transisi energi telah mengubah pola operasi sistem kelistrikan secara fundamental. Semakin banyaknya energi terbarukan yang masuk ke jaringan menuntut sistem tenaga listrik yang lebih adaptif.

"Di era transisi energi, pembangkit listrik termal tidak lagi hanya berfungsi sebagai pembangkit baseload konvensional. Pembangkit termal harus mampu bertransformasi menjadi aset yang fleksibel, andal, dan berperan aktif dalam menjaga stabilitas sistem kelistrikan nasional," ujar Komang dalam forum tersebut.

Menurutnya, pembangkit termal tetap memiliki peran strategis saat pasokan dari pembangkit energi terbarukan mengalami penurunan, misalnya ketika matahari tidak bersinar atau angin tidak bertiup. Pada momen itulah pembangkit gas dan uap harus bisa naik-turun beban dengan cepat.

Kolaborasi dengan Mitsubishi Power dan Mitra Strategis

Rangkaian seminar diawali dengan diskusi panel yang menghadirkan para pemimpin dan pakar dari PLN Group, termasuk PLN Indonesia Power, serta Mitsubishi Power Group. Para peserta bertukar pandangan mengenai strategi peningkatan keunggulan operasional, penguatan keandalan aset, dan pengembangan teknologi pembangkit.

PLN NP menilai penguasaan teknologi tidak bisa dilakukan sendiri. Perusahaan membutuhkan kolaborasi erat antara utilitas, manufaktur, engineer, dan penyedia teknologi. Sinergi ini dinilai menjadi kunci untuk mempercepat transformasi operasional pembangkit agar mampu menjawab tantangan ketenagalistrikan ke depan.

Operational Excellence Jadi Fondasi Transformasi

Komang menambahkan bahwa keberhasilan transisi energi tidak hanya diukur dari seberapa cepat pengembangan pembangkit energi terbarukan dilakukan. Aspek keandalan, fleksibilitas, dan resiliensi sistem kelistrikan yang sudah berjalan juga tak kalah penting.

"Keberhasilan transisi energi tidak hanya diukur dari seberapa cepat pengembangan pembangkit energi terbarukan dilakukan, tetapi juga dari kemampuan kita menjaga keandalan, fleksibilitas, dan resiliensi sistem kelistrikan yang telah berjalan. Karena itu, operational excellence menjadi fondasi penting dalam proses transformasi ini," tegasnya.

Melalui penguatan aspek reliability, flexibility, innovation, dan operational excellence, PLN NP menegaskan komitmennya mendukung agenda transisi energi nasional. Perusahaan berharap forum ini tidak hanya menjadi wadah diskusi, tetapi juga menghasilkan rekomendasi dan solusi konkret yang dapat diterapkan di sistem pembangkitan nasional.

Reporter: Qodri Anwar
Sumber: akurat.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top