SRAGEN — Pemerintah Kabupaten Sragen memanfaatkan momen Hari Jadi ke-280 yang bertepatan dengan Idul Adha sebagai ajang memperkuat kepedulian sosial. Bupati Sigit Pamungkas secara langsung mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan perayaan tahun ini sebagai momentum berbagi kepada warga kurang mampu.
Penetapan Hari Jadi Sragen yang jatuh pada 10 Zulhijah setiap tahunnya memang kerap berimpitan dengan hari raya kurban. Tahun ini, momen tersebut bertepatan dengan Idul Adha 1446 H, sehingga perayaan yang biasanya digelar secara seremonial kini memiliki dimensi religius yang lebih kuat.
Bupati Sigit menilai kebersamaan ini bukan sekadar kebetulan kalender. Menurutnya, semangat Idul Adha yang identik dengan pengorbanan dan berbagi bisa diselaraskan dengan semangat pembangunan daerah yang inklusif.
Dalam pernyataannya, Bupati Sigit Pamungkas menekankan bahwa Hari Jadi ke-280 harus dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama mereka yang selama ini kurang terjangkau program pemerintah. "Hari jadi yang berbarengan dengan Idul Adha ini jadi momentum untuk berbagi terhadap masyarakat yang membutuhkan," ujar Bupati Sigit.
Pernyataan tersebut mengisyaratkan bahwa pemerintah daerah tidak hanya akan menggelar acara seremonial, tetapi juga mendorong aksi nyata seperti penyaluran hewan kurban, bantuan sosial, dan program pemberdayaan yang menyasar warga prasejahtera di 20 kecamatan se-Sragen.
Masyarakat Sragen, yang mayoritas berprofesi sebagai petani dan buruh, menyambut positif ajakan tersebut. Banyak warga berharap agar perayaan tahun ini tidak hanya menjadi seremonial belaka, tetapi benar-benar menghadirkan dampak ekonomi dan sosial yang nyata.
Beberapa tokoh masyarakat setempat juga mendorong agar pemerintah daerah mengalokasikan sebagian anggaran perayaan untuk kegiatan sosial, seperti pasar murah atau bantuan modal bagi UMKM. Hal ini dinilai lebih relevan dibandingkan acara hiburan yang hanya bersifat sementara.
Perpaduan antara hari jadi daerah dan hari raya keagamaan sebenarnya bukan hal baru di Indonesia, namun jarang dijadikan sebagai strategi pembangunan sosial. Sragen, yang dikenal dengan program-program inovatifnya di bidang pertanian dan UMKM, kini mencoba mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan ke dalam agenda pemerintahan.
Jika konsisten, momen Hari Jadi ke-280 ini bisa menjadi model bagi daerah lain untuk mengoptimalkan perayaan tahunan sebagai instrumen pengentasan kemiskinan. Bupati Sigit sendiri belum merinci program spesifik apa yang akan diluncurkan, namun sinyal politiknya jelas: setiap perayaan harus memberi manfaat langsung bagi rakyat.
Apakah Hari Jadi Sragen selalu jatuh pada Idul Adha?
Tidak selalu. Hari Jadi Sragen ditetapkan berdasarkan kalender Hijriah, sehingga tanggalnya bergeser setiap tahun dalam kalender Masehi. Tahun ini kebetulan bertepatan dengan Idul Adha.
Apa saja rangkaian acara Hari Jadi ke-280 Sragen?
Hingga saat ini, Pemkab Sragen belum merilis secara resmi rangkaian acara. Namun, dipastikan akan ada kegiatan keagamaan, bakti sosial, dan potensi pemotongan hewan kurban yang didistribusikan ke warga kurang mampu.