BOYOLALI — Kemunculan video yang memperlihatkan sosok mirip pocong dibonceng sepeda motor di wilayah Desa Manggis, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali sempat memicu kehebohan di kalangan pengguna media sosial. Video tersebut beredar luas dan menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
Kapolsek Mojosongo, AKP Agus Budi Santosa, mengonfirmasi bahwa peristiwa dalam video tersebut bukanlah fenomena supranatural. Pihaknya telah melakukan klarifikasi dan penyelidikan langsung ke lokasi kejadian.
"Setelah kami telusuri, video itu murni konten kreatif yang dibuat oleh sekelompok remaja untuk konten media sosial. Mereka menggunakan boneka pocong yang sengaja diboncengkan di motor," jelas AKP Agus Budi Santosa dalam keterangannya, Senin.
Polsek Mojosongo tidak melakukan penindakan hukum karena tidak ditemukan unsur pidana dalam aksi tersebut. Namun, para remaja yang terlibat tetap dipanggil dan diberikan pembinaan oleh pihak kepolisian.
Pembinaan itu menekankan agar mereka lebih bijak dalam membuat konten dan tidak menyebarkan hal-hal yang berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. "Kami imbau agar kegiatan serupa tidak diulangi lagi. Kreativitas di media sosial boleh, tapi harus tetap menjaga ketertiban dan tidak meresahkan warga," tambah AKP Agus.
Fenomena pembuatan konten palsu atau rekayasa demi mengejar popularitas di media sosial bukanlah hal baru di Indonesia. Kasus di Boyolali ini menjadi pengingat akan pentingnya literasi digital bagi generasi muda.
Konten yang tidak disertai penjelasan dan label yang jelas kerap kali disalahartikan oleh publik. Dalam kasus ini, warga setempat sempat merasa waswas dan bertanya-tanya tentang kebenaran video tersebut sebelum akhirnya polisi turun tangan melakukan klarifikasi.
Kasus ini menyoroti celah antara kebebasan berekspresi di media sosial dan tanggung jawab sosial. Bagi para kreator konten pemula, penting untuk mempertimbangkan dampak psikologis dan sosial dari unggahan mereka.
Polsek Mojosongo berharap kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi semua pihak, terutama generasi muda di Boyolali, untuk lebih selektif dan bertanggung jawab dalam memproduksi konten digital di masa mendatang.