BPBD Boyolali Pastikan Belum Ada Laporan Kekeringan hingga Akhir Mei 2026, Hujan Masih Turun di Masa Pancaroba

Penulis: Qodri Anwar  •  Kamis, 28 Mei 2026 | 14:05:01 WIB
BPBD Boyolali memastikan belum ada laporan kekeringan hingga akhir Mei 2026.

BOYOLALI — Kepastian itu disampaikan BPBD Boyolali menyusul kekhawatiran sejumlah warga di daerah rawan air bersih yang mulai merasakan dampak musim kemarau. Namun, berdasarkan pemantauan lapangan hingga pekan terakhir Mei 2026, belum ada satu pun desa atau kelurahan yang melaporkan krisis air.

Mengapa Kekeringan Belum Terjadi di Boyolali?

Kepala Pelaksana BPBD Boyolali, Bambang Setyo, mengatakan bahwa curah hujan di beberapa kecamatan masih cukup merata. Meskipun intensitasnya mulai menurun, hujan masih turun secara periodik sehingga pasokan air di sumur dan sumber mata air belum menunjukkan penurunan signifikan.

“Sampai saat ini belum ada laporan kekeringan. Hujan masih turun di masa pancaroba, jadi kondisi masih aman,” ujar Bambang dalam keterangan resminya, Selasa (27/5/2026).

Wilayah Rawan Air Bersih di Boyolali: Apa yang Dipantau?

BPBD Boyolali mencatat ada beberapa wilayah yang secara historis rawan kekeringan, seperti Kecamatan Cepogo, Selo, dan Musuk. Namun, hingga kini belum ada permohonan distribusi air bersih dari wilayah-wilayah tersebut.

Pihak BPBD tetap melakukan pemantauan rutin setiap pekan. Jika debit air di sumber-sumber utama mulai menurun drastis, maka distribusi air bersih akan segera digerakkan.

Kapan Puncak Kekeringan Biasanya Terjadi?

Berdasarkan data tahun-tahun sebelumnya, puncak musim kemarau di Boyolali umumnya terjadi pada Juli hingga September. Masa pancaroba saat ini menjadi masa transisi yang kerap mengecoh karena hujan masih bisa turun meski tidak sebanyak musim penghujan.

BPBD mengimbau warga, terutama di daerah perbukitan dan lereng Gunung Merapi-Merbabu, untuk mulai menampung air hujan dan menggunakan air secara bijak. Langkah antisipasi dini dinilai lebih efektif daripada menunggu darurat kekeringan terjadi.

Bagaimana Imbauan BPBD Boyolali ke Warga?

Bambang menambahkan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) untuk memastikan kesiapan infrastruktur air bersih. “Kami minta warga tidak panik, tapi tetap waspada. Laporkan segera jika mulai kesulitan air,” pungkasnya.

Reporter: Qodri Anwar
Sumber: radarsolo.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top