JAWA TENGAH — Direktur Utama KAI Logistik, Yuskal Setiawan, menyebut angka ini menjadi sinyal positif bagi pergerakan bisnis batu bara nasional. Menurutnya, peningkatan volume angkutan menunjukkan kepercayaan pelanggan terhadap moda kereta api sebagai solusi logistik yang efisien dan berkelanjutan.
"Peningkatan volume pada April menjadi sinyal positif terhadap penguatan aktivitas distribusi batu bara. Selain dipengaruhi kebutuhan energi yang tetap kuat, capaian ini juga merupakan hasil strategi perusahaan dalam memperkuat kapasitas layanan," ujar Yuskal dalam keterangan resmi, Minggu (31/5/2026).
Salah satu strategi yang mendorong pertumbuhan ini adalah pengoperasian Container Yard (CY) 2 Merapi yang mulai berjalan sejak Maret 2026. Infrastruktur ini dirancang untuk memperkuat kapasitas bongkar muat batu bara di wilayah operasional Sumatera Selatan.
CY 2 Merapi diproyeksikan mampu melayani sekitar 730 rangkaian kereta api per tahun. Dengan dua jalur yang beroperasi optimal, kapasitas layanan bisa tembus hingga 10 rangkaian kereta api per hari. Secara total, fasilitas ini diperkirakan berkontribusi terhadap angkutan batu bara hingga 3 juta ton per tahun.
KAI Logistik optimistis kinerja angkutan batu bara akan terus menjadi penopang utama bisnis perusahaan hingga akhir tahun. Saat ini, kapasitas angkut total mencapai 27 juta ton per tahun, yang didukung enam terminal batu bara di Sumatera Selatan.
Yuskal menambahkan, pihaknya akan terus beradaptasi dengan kebutuhan industri melalui penguatan infrastruktur dan peningkatan layanan. "Ke depan, kami optimistis tren positif ini akan terus berlanjut seiring peningkatan kapasitas layanan dan kebutuhan distribusi energi nasional," tutupnya.