Pencarian

PLN Kejar Pemulihan Listrik 29 Desa Terisolir di Flores Pascagempa, Akses Jalan Jadi Kendala Utama

Senin, 17 Agustus 2026 • 12:01:31 WIB
PLN Kejar Pemulihan Listrik 29 Desa Terisolir di Flores Pascagempa, Akses Jalan Jadi Kendala Utama
Tim PLN berupaya memulihkan aliran listrik di 29 desa terisolir di Flores pascagempa dengan kendala utama akses jalan.

JAWA TENGAH — Gempa yang mengguncang Pulau Flores menyisakan pekerjaan rumah besar bagi PLN. Meski jaringan utama sudah pulih, tim teknisi masih harus berjuang menembus medan sulit untuk menyalakan listrik di pelosok desa yang terisolir.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan fokus perusahaan saat ini adalah memastikan seluruh titik terdampak kembali menyala. Tim di lapangan terus memperbaiki dan mengganti infrastruktur yang rusak, mulai dari tiang listrik hingga jaringan distribusi.

29 Desa Masih Gelap, Akses Jadi Musuh Utama

"Pasokan utama kelistrikan Flores sudah kembali normal. Saat ini fokus kami adalah memastikan listrik dapat kembali menyala di seluruh titik terdampak," ujar Darmawan dalam keterangan resmi, Senin (17/8/2026).

Tantangan terbesar bukan lagi memperbaiki gardu induk, melainkan menjangkau dusun-dusun yang terputus aksesnya. Longsor menutup jalur menuju 29 desa, membuat tim teknis harus mencari jalur alternatif agar bisa masuk dan bekerja.

"Masih ada beberapa dusun dan titik pelanggan yang sedang kami upayakan penormalannya. Beberapa di antaranya terkendala akses pascabencana dan masih terisolir. Kami terus mencari jalur terbaik agar tim dapat segera masuk untuk melakukan perbaikan," kata Darmawan.

Proses pemulihan ini tidak bisa dilakukan terburu-buru. Setiap jaringan yang akan dinyalakan wajib melalui pemeriksaan keamanan, baik untuk melindungi warga maupun petugas di lapangan.

Tim Gabungan Dikerahkan, Koordinasi Jadi Kunci

General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Timur, F. Eko Sulistyono, mengatakan personelnya masih bersiaga di sejumlah titik untuk melakukan asesmen dan perbaikan. Sebagian lokasi butuh penggantian infrastruktur, sebagian lagi masih menunggu akses terbuka.

"Tim kami masih bekerja di lapangan untuk menyelesaikan beberapa titik yang belum menyala. Ada lokasi yang infrastrukturnya mengalami kerusakan dan membutuhkan penggantian, ada pula wilayah yang aksesnya masih sulit," jelas Eko.

PLN tidak bergerak sendiri. Koordinasi dengan Pemerintah Daerah, BPBD, TNI, dan Polri terus dilakukan untuk membuka akses menuju wilayah terisolir. Dukungan lintas instansi ini dinilai krusial agar tim teknis bisa segera masuk dan mempercepat pemulihan.

Siaga Hadapi Gempa Susulan

PLN juga menyiagakan personel dan peralatan untuk mengantisipasi gempa susulan yang berpotensi mengganggu jaringan yang baru selesai diperbaiki. Langkah ini diambil agar gangguan lanjutan bisa segera ditangani tanpa menunggu waktu lama.

"Pemulihan terus kami lakukan hingga seluruh masyarakat kembali mendapatkan listrik. Kami mohon dukungan dan pengertian masyarakat apabila di beberapa lokasi prosesnya membutuhkan waktu karena kendala akses dan kerusakan infrastruktur. Keselamatan masyarakat dan petugas tetap menjadi prioritas utama," pungkas Eko.

Bagi warga di daerah terpencil, listrik bukan sekadar penerangan. Aliran listrik menentukan hidupnya mesin air bersih, lemari pendingin di puskesmas, hingga alat komunikasi. Karena itu, setiap jam yang berjalan sangat berarti bagi mereka yang masih menunggu nyala lampu kembali.

Follow jatenglink.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks