SURAKARTA — Persis Solo U-16 gagal membawa pulang trofi juara Elite Pro Academy (EPA) 2025/2026. Namun, tim asal Kota Bengawan itu sukses menyapu bersih kategori penghargaan individu paling prestisius di ajang tersebut.
Kekalahan di partai puncak dari Persik Kediri melalui adu penalti tak mengurangi kilau pencapaian para pemain muda Persis. Sejumlah nama berhasil mencatatkan diri sebagai yang terbaik di kompetisi usia muda level nasional musim ini.
Dua penghargaan utama yang diraih Persis Solo U-16 adalah gelar kiper terbaik dan pelatih terbaik. Prestasi ini menunjukkan bahwa lini pertahanan dan strategi kepelatihan tim menjadi salah satu yang paling solid sepanjang gelaran EPA 2025/2026.
Kiper muda Persis dinilai tampil konsisten di bawah mistar gawang, sementara sang pelatih berhasil meracik strategi yang membawa tim hingga ke partai final. Sayangnya, keberuntungan belum berpihak saat duel penalti melawan Persik Kediri.
Tak hanya kelompok umur U-16, tim Persis Solo U-18 dan U-20 juga mencatatkan prestasi serupa. Meski gagal menjadi juara di masing-masing kategori, kedua tim tetap pulang dengan membawa penghargaan individu.
Ini menjadi bukti bahwa sistem pembinaan usia muda Laskar Sambernyawa berjalan merata di semua kelompok umur. Bukan hanya satu tim yang unggul, melainkan seluruh jenjang usia muda menunjukkan kualitas kompetitif yang tinggi.
Rentetan penghargaan individu di EPA 2025/2026 menjadi sinyal positif bagi masa depan Persis Solo. Para pemain muda ini adalah calon bintang yang akan memperkuat tim senior dalam beberapa musim ke depan.
Dengan pembinaan yang konsisten, Persis Solo diproyeksikan tidak hanya menjadi tim yang disegani di level senior, tetapi juga memiliki pondasi kuat dari akademi. Prestasi di EPA membuktikan bahwa investasi pada sektor usia muda mulai menunjukkan hasil nyata.
Meski mendominasi kategori individu, Persis Solo U-16 harus mengakui keunggulan Persik Kediri di partai final lewat adu penalti. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi tim pelatih untuk memperbaiki mental bertanding dan penyelesaian akhir di momen krusial.
Namun, secara keseluruhan, pencapaian di EPA 2025/2026 tetap layak diapresiasi. Persis Solo membuktikan bahwa mereka serius dalam membangun ekosistem sepak bola usia muda yang kompetitif di Indonesia.