SEMARANG — Langit pagi di Pantai Tirang belum sepenuhnya terang ketika puluhan warga dari berbagai elemen mulai berdatangan. Mereka membawa bibit cemara laut dan mangrove, bersiap menanamnya di pesisir yang selama ini terus tergerus air laut. Aksi itu dipimpin langsung Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam rangka peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.
Sebanyak 200 batang cemara laut dan 2.750 batang mangrove ditanam di lokasi utama. Setelah menanam, peserta juga melakukan bersih-bersih pantai secara gotong royong.
Di hari yang sama, aksi serupa berlangsung di 16 kabupaten/kota pesisir se-Jawa Tengah. Total bibit yang ditanam mencapai 92.290 batang.
Gubernur Ahmad Luthfi menjelaskan, Mageri Segoro adalah gerakan melindungi laut dan kawasan pesisir dari ancaman rob serta abrasi. "Mageri Segoro itu segoro yang dikasih pager. Artinya, laut kita itu harus kita pagari," kata dia.
Menurut Luthfi, sejumlah kawasan Pantura mengalami tekanan serius akibat abrasi. Penanaman mangrove dan tanaman pesisir, kata dia, merupakan upaya jangka panjang menjaga garis pantai.
Namun ia mengingatkan bahwa menanam saja tidak cukup. Tanaman yang sudah ditanam harus dirawat agar tidak mati dan benar-benar memberi manfaat. Ia meminta dinas terkait, penggiat lingkungan, hingga kawasan industri ikut menjaga tanaman itu. Apalagi penanaman dilakukan menjelang musim kemarau.
"Tiga hari sekali minimal dilakukan pengecekan," tegasnya.
Selain abrasi dan rob, Luthfi juga menyoroti pengambilan air tanah yang berlebihan. Ia meminta evaluasi kebijakan dilakukan lebih rutin sebagai langkah mencegah penurunan tanah, khususnya di wilayah pesisir.
Ia mendorong pemerintah daerah memperkuat layanan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) melalui BUMD. Teknologi desalinasi juga didorong untuk kawasan pesisir, terutama bagi masyarakat nelayan.
Mengenai sampah, Luthfi menyebut Indonesia menargetkan zero waste pada 2029. Pemprov Jateng telah memetakan persoalan sampah di seluruh kabupaten/kota. Daerah dengan timbulan sampah sekitar 1.000 ton per hari diarahkan menggunakan skema aglomerasi atau regional, seperti untuk kawasan Semarang Raya, Pekalongan Raya, dan Tegal Raya. Daerah dengan timbulan di bawah 1.000 ton per hari diarahkan menggunakan refuse-derived fuel (RDF) yang dapat dimanfaatkan pabrik semen.
Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Jawa Tengah mengusung tema Saatnya Bekerja untuk Iklim. Tema itu dinilai relevan karena dampak perubahan iklim telah dirasakan masyarakat, termasuk melalui bencana hidrometeorologi yang mendominasi kejadian bencana alam di provinsi ini.
Salah seorang peserta dari Saka Kalpataru, Aisyah, berharap penanaman mangrove dapat menjaga keberlanjutan kawasan pesisir Pantai Tirang. "Harapan saya, semoga Pantai Tirang ini jangan sampai terkikis oleh air laut," ujarnya.