SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tengah menyusun peta jalan pengembangan pariwisata berkelanjutan, dengan sport tourism sebagai salah satu sektor prioritas. Kejurnas Sprint Rally Putaran 2 yang baru saja rampung menjadi salah satu batu loncatan untuk mewujudkan target tersebut.
Kejuaraan yang berlangsung selama dua hari itu diikuti oleh ratusan pebalap dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka beradu cepat di Sirkuit POJ City dan menorehkan catatan waktu terbaik masing-masing.
Gubernur Ahmad Luthfi menyebut terpilihnya Kota Semarang sebagai tuan rumah merupakan sebuah kebanggaan bagi Jateng. “Sebagai Gubernur, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, selamat kepada seluruh pembalap yang selesai bertanding. Selamat juga bagi yang mendapatkan juara,” ujarnya.
Salah satu daya tarik utama dalam kejurnas kali ini adalah hadirnya kelas atau kategori F2 untuk mobil 1.600 CC maksimal tahun 2000. Ini menjadi kali pertama kategori tersebut dibuka dalam ajang serupa.
Seorang peserta asal Yogyakarta, Cailendra BA, mengaku sangat menikmati perlombaan. “Seru. Tempatnya luar dan tertata dengan baik, termasuk parkir jadi tidak ada yang lalu-lalang di paddock. Semarang dan Jawa Tengah juga enak untuk jalan-jalan malam dan kuliner,” katanya.
Perhelatan ini tidak hanya menjadi ajang adu cepat, tetapi juga membawa dampak ekonomi bagi sektor pariwisata dan kuliner lokal. Kehadiran ratusan pebalap dan kru tim dari luar kota secara langsung menggerakkan hotel, restoran, dan tempat wisata di Semarang.
Gubernur Luthfi menambahkan, dengan adanya sprint rally ini, diharapkan Kota Semarang khususnya dan Provinsi Jawa Tengah akan terus berkembang. “Dengan adanya sprint rally ini diharapkan Kota Semarang khususnya dan Provinsi Jawa Tengah akan berkembang,” tutupnya.