JAWA TENGAH — Jakarta – VinFast, pabrikan kendaraan listrik asal Vietnam, resmi meluncurkan empat model motor listrik sekaligus di Indonesia. Keempatnya adalah VinFast Viper, Evo 200, Velis, dan Flash. Langkah agresif ini menunjukkan ambisi VinFast untuk merebut pangsa pasar roda dua nasional yang selama ini identik dengan merek Jepang.
Viper: Motor Listrik 3.000 Watt dengan Torsi Instan
VinFast Viper menjadi model paling sporty di jajaran produk anyar ini. Motor listrik tersebut dibekali motor penggerak 3.000 watt yang mampu melesat hingga kecepatan puncak 70-80 km per jam.
Dengan karakter torsi instan khas kendaraan listrik, Viper diklaim punya akselerasi responsif untuk penggunaan dalam kota. Jarak tempuhnya mencapai 156 kilometer dalam kondisi ideal—cukup kompetitif untuk komuter harian tanpa perlu sering mengisi ulang baterai.
Evo 200: Jarak Tempuh 200 Kilometer Pakai Baterai LFP
Sementara itu, VinFast Evo 200 mengandalkan daya jelajah sebagai nilai jual utama. Sesuai namanya, motor ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 200 kilometer dalam sekali pengisian daya.
Evo 200 menggunakan baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) yang dikenal lebih tahan lama dan aman. Baterai diletakkan di dek bawah untuk meningkatkan stabilitas saat berkendara. Dengan kecepatan maksimum 70 km per jam, motor ini menyasar konsumen yang butuh kendaraan praktis untuk aktivitas sehari-hari.
Velis dan Flash Melengkapi Segmen Pengguna
Dua model lainnya, Velis dan Flash, melengkapi line-up VinFast. Velis diposisikan sebagai motor serbaguna dengan bagasi luas—cocok untuk pekerja lapangan atau pengemudi transportasi online. Sementara Flash hadir sebagai model ringkas untuk pelajar, mahasiswa, dan pengguna yang butuh kendaraan jarak dekat.
VinFast mengklaim keempat model tersebut mengusung standar kualitas global dengan konstruksi bodi yang dirancang untuk kenyamanan dan ketahanan di berbagai kondisi jalan Indonesia.
Skema Sewa Baterai: Harga Awal Lebih Murah
Salah satu strategi yang menjadi perhatian adalah sistem sewa baterai atau battery subscription. Dalam skema ini, konsumen membeli unit motor tanpa baterai, lalu menyewa baterai dengan biaya bulanan.
Konsep ini membuat harga awal motor lebih rendah dibandingkan pembelian baterai sekaligus. Pengguna juga tidak perlu khawatir soal penurunan performa baterai karena pihak VinFast bertanggung jawab penuh atas kondisi baterai yang digunakan. Model bisnis ini sudah diterapkan VinFast di sejumlah negara dan dinilai bisa mempercepat adopsi kendaraan listrik, terutama bagi konsumen yang sensitif terhadap harga pembelian awal.