PATI — Syaiful Rijal atau Gus Rijal resmi memegang kendali DPC PKB Pati untuk lima tahun ke depan. Penunjukannya oleh DPP PKB melalui proses uji kelayakan dan kepatutan secara virtual itu sontak membuatnya kaget.
“Tanggapannya cukup mengagetkan apa yang disampaikan DPP terkait hasil proses uji kelayakan dan kepatutan calon Ketua DPC. DPP memilih saya ini mungkin pilihan yang terjelek dari yang terbaik,” ujarnya.
Gus Rijal menilai amanah ini merupakan cobaan sekaligus tantangan untuk membawa partai berlambang bintang sembilan itu lebih baik dari periode sebelumnya. Ia menyebut dirinya belum berbuat banyak untuk PKB.
Dalam Pemilu 2024, PKB Pati hanya mengantongi enam kursi di DPRD Kabupaten Pati. Gus Rijal tidak puas dengan capaian itu. Ia memasang target tinggi pada kontestasi 2029.
“Target pemilu, sekarang ini kami dapat 6 kursi. Semoga dapat lebih lagi, 9 atau 10 kursi. Target insyaallah tercapai. Kita ikhtiar sekuat tenaga,” pungkasnya.
Kenaikan menjadi sembilan atau sepuluh kursi berarti lompatan 50 hingga 67 persen dari perolehan saat ini. Sebuah ambisi yang membutuhkan konsolidasi serius di tingkat akar rumput.
Langkah pertama yang akan dilakukan Gus Rijal adalah membentuk tim formatur baru. Setelah itu, ia akan fokus pada konsolidasi pengurus dan penataan Pengurus Anak Cabang (PAC) di 21 kecamatan se-Kabupaten Pati.
“Yang kami kerjakan tentunya membuat tim formatur baru, kemudian konsolidasi calon pengurus dan penataan PAC 21 Kecamatan. Kemudian bagaimana kita menyiapkan, persiapan PKB menghadapi Pemilu 2029,” terangnya.
Penataan PAC menjadi kunci. Basis suara PKB di Pati tersebar di wilayah pedesaan dengan basis nahdliyin yang kuat. Tanpa struktur PAC yang solid, target kursi ganda sulit terwujud.
Gus Rijal menekankan pentingnya sinergi antar seluruh elemen partai. Ia berharap seluruh kader bisa bekerja sama tanpa sekat.
“Harapannya bisa bersinergi satu sama lain,” pungkasnya.
Penunjukan Gus Rijal menandai babak baru kepemimpinan PKB Pati. Dengan target yang berani, publik Pati akan menanti apakah partai ini mampu memecah kebuntuan elektoral pada pesta demokrasi lima tahun mendatang.