Harga Emas Antam Tembus Rp2,711 Juta per Gram, Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

Penulis: Qodri Anwar  •  Sabtu, 13 Juni 2026 | 10:11:31 WIB
Harga emas Antam mencapai rekor tertinggi Rp2,711 juta per gram di tengah ketidakpastian pasar global.

JAWA TENGAH — Kenaikan harga emas Antam hari ini melanjutkan tren penguatan yang sudah berlangsung dalam beberapa pekan terakhir. Logam mulia ini kembali menjadi primadona di tengah ketidakpastian pasar global dan tekanan inflasi yang masih membayangi perekonomian dunia.

Lonjakan Harga yang Belum Pernah Terjadi

Harga buyback atau harga yang diterima jika menjual kembali emas batangan juga ikut terdongkrak. Antam menetapkan harga buyback di level Rp2.487.000 per gram. Selisih antara harga jual dan harga beli kembali tersebut merupakan margin yang menjadi keuntungan bagi pedagang dan biaya produksi.

Kenaikan harga emas Antam ini menjadi kabar baik bagi para investor yang sudah mengoleksi emas sejak awal tahun. Namun, bagi yang baru ingin membeli, harga yang terus meroket tentu membutuhkan modal yang lebih besar.

Pemicu Utama: Ketidakpastian Global dan Pelemahan Rupiah

Setidaknya ada dua faktor utama yang mendorong harga emas ke level rekor saat ini. Pertama, ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (The Fed) yang diperkirakan akan mulai memangkas suku bunga acuannya pada semester kedua 2026. Suku bunga yang lebih rendah membuat emas yang tidak memberikan imbal hasil (yield) menjadi lebih menarik dibandingkan instrumen seperti obligasi.

Kedua, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Ketika rupiah melemah, harga emas dalam negeri yang acuannya dalam dolar otomatis ikut naik. Kurs rupiah saat ini masih berada di bawah tekanan, bergerak di kisaran Rp16.400 per dolar AS.

Prospek Emas ke Depan: Masih Ada Ruang Naik?

Analis komoditas menilai momentum penguatan harga emas masih berpeluang berlanjut. Meski sudah berada di level tertinggi, permintaan emas sebagai aset safe haven diperkirakan tetap kuat selama ketidakpastian ekonomi global belum mereda. Bank sentral berbagai negara juga terus menambah cadangan emas mereka, yang turut menopang harga.

Namun, investor tetap perlu mencermati risiko koreksi jangka pendek. Jika data ekonomi AS menunjukkan perbaikan yang lebih cepat dari perkiraan, The Fed bisa saja menunda pemangkasan suku bunga. Hal itu berpotensi memicu aksi ambil untung (profit taking) di pasar emas global.

Apa Artinya bagi Investor dan Masyarakat?

Bagi investor yang sudah memiliki emas, ini adalah momen untuk mengevaluasi portofolio. Apakah akan mengambil keuntungan di harga tinggi atau tetap menahan untuk investasi jangka panjang? Bagi masyarakat umum yang belum memiliki emas, harga saat ini mungkin terasa berat, tetapi strategi membeli secara bertahap (dollar cost averaging) tetap bisa diterapkan.

Investasi mengandung risiko. Harga emas bisa naik dan turun. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing berdasarkan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi.

Reporter: Qodri Anwar
Sumber: cnbcindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top