Antrean BBM di Gunungsitoli Mengular, Pertamina Pastikan Stok Aman dan Imbau Warga Tidak Panic Buying

Penulis: Rendi Kusuma  •  Senin, 15 Juni 2026 | 18:04:01 WIB
Antrean panjang terlihat di SPBU Gunungsitoli akibat lonjakan konsumsi BBM.

JAWA TENGAH — Konsumsi BBM, khususnya Pertalite, melonjak di atas rata-rata harian normal. Kondisi ini memicu warga berdatangan ke SPBU dalam waktu hampir bersamaan, sehingga menimbulkan antrean panjang di beberapa titik. Manajemen Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut langsung memantau situasi dan memastikan pasokan tidak terganggu.

Stok Aman, Distribusi Sesuai Jadwal

Pertamina menegaskan stok BBM di Gunungsitoli masih mencukupi. Penyaluran ke seluruh SPBU terus berjalan sesuai jadwal distribusi yang ditetapkan.

“Ketersediaan produk BBM, baik subsidi maupun non-subsidi, terus kami pantau secara berkala. Kami pastikan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” demikian pernyataan resmi Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut.

Pemerintah Kota Ikut Turun Tangan

Pemerintah Kota Gunungsitoli turut angkat bicara menanggapi antrean tersebut. Pemkot menyampaikan stok BBM di wilayah itu masih tersedia, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dan melakukan pembelian berlebihan.

Koordinasi antara Pertamina, lembaga penyalur, dan pemangku kepentingan terkait terus diperkuat. Tujuannya memastikan distribusi berjalan lancar dan pelayanan kepada masyarakat tetap optimal di tengah lonjakan permintaan.

Imbauan untuk Warga Nias

Pertamina mengimbau masyarakat Kepulauan Nias untuk tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan. Pembelian dalam jumlah besar di luar kebutuhan justru berpotensi memperpanjang antrean dan mengganggu pasokan bagi pengguna lain.

Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut terkait produk dan layanan Pertamina, dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135 yang siap melayani 24 jam.

Reporter: Rendi Kusuma
Sumber: sentralberita.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top