JAWA TENGAH — Isu bergabungnya Joko Widodo ke dalam Partai Solidaritas Indonesia (PSI) semakin menguat dalam beberapa pekan terakhir. Namun, hingga saat ini, partai yang identik dengan warna biru tersebut belum juga merilis pernyataan resmi mengenai struktur yang akan ditempati oleh mantan Presiden RI tersebut. Kabar yang paling santer beredar menyebut Jokowi akan menduduki posisi Ketua Dewan Pembina PSI.
Isyana Bagoes Oka, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum DPP PSI, memberikan klarifikasi mengenai penundaan ini. Ia menegaskan bahwa pengumuman tersebut bukanlah soal penundaan, melainkan menunggu momentum yang paling tepat.
"Kita tunggu saja siapnya," ujar Isyana singkat kepada awak media usai menghadiri acara santunan di Kantor DPP PSI, Jakarta Pusat, Selasa (16/6) petang.
Menurut Isyana, partainya saat ini tengah fokus pada urusan administrasi dan pembentukan struktur kepengurusan. Hal ini dinilai krusial karena PSI harus mempersiapkan diri menghadapi verifikasi faktual dan administrasi untuk Pemilu mendatang. "Saat ini PSI tengah fokus untuk membentuk struktur, pembentukan struktur, karena bagaimanapun juga seperti yang diketahui aturan dari yang ada adalah bagaimanapun kita harus bisa mengikuti verifikasi faktual," jelasnya.
Belakangan, Jokowi aktif melakukan kunjungan ke sejumlah daerah. Momen ini langsung dikaitkan dengan rencana pengumuman posisinya di PSI dan disebut-sebut sebagai safari politik. Isyana dengan tegas membantah tudingan tersebut.
"Sebenarnya ini bukan safari politik sebetulnya. Ini lebih ke arah bagaimana seperti yang sudah disampaikan pak Jokowi itu memenuhi undangan-undangan dari masyarakat," terang Isyana.
Ia menjelaskan bahwa seluruh agenda yang dihadiri Jokowi murni karena undangan dari berbagai elemen masyarakat. Kondisi kesehatan Jokowi yang sudah pulih menjadi faktor utama ia kini bisa kembali aktif memenuhi undangan tersebut. "Ini adalah bagaimana seperti yang disampaikan oleh pak Jokowi, bagaimanapun juga ini adalah undangan dari masyarakat-masyarakat dan pak Jokowi yang seperti disampaikan bahwa saat ini kondisinya sudah sehat dan sudah bisa lagi memenuhi undangan yang ada dari seluruh masyarakat," tuturnya.
Masuknya Jokowi ke dalam PSI dinilai sebagai langkah strategis partai untuk meningkatkan elektabilitas di tengah persaingan ketat menuju Pemilu 2024. Figur Jokowi yang masih memiliki popularitas tinggi dianggap mampu menjadi magnet bagi pemilih. Namun, keputusan untuk mengumumkan secara resmi struktur kepengurusan tampaknya masih akan dihitung dengan cermat oleh para petinggi PSI, terutama dengan mempertimbangkan berbagai dinamika politik nasional yang masih cair.