JAWA TENGAH — BP BUMN melaporkan perkembangan positif dalam program streamlining atau perampingan struktur perusahaan negara. Informasi yang disebarluaskan melalui akun Instagram resmi @bumn_id, Rabu (17/6/2026), menyebutkan bahwa sebanyak 216 entitas telah berhasil ditata hingga pertengahan Juni 2026.
"Transformasi BUMN terus menunjukkan progres yang positif. Hingga 15 Juni 2026, sebanyak 216 entitas telah berhasil ditata," tulis akun resmi BP BUMN.
Angka ini menjadi tonggak awal dari target ambisius yang dicanangkan pemerintah. Sebelumnya, Dony Oskaria yang juga menjabat Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, menargetkan jumlah perusahaan negara bisa dipangkas dari 1.043 menjadi 300 perusahaan pada tahun 2026.
Dony Oskaria menegaskan bahwa proses konsolidasi ini tidak akan mengorbankan tenaga kerja. Ia memastikan seluruh pegawai tetap dilibatkan dalam proses integrasi perusahaan.
"Kita akan melakukan streamlining dari perusahaan-perusahaan BUMN kita. Kita punya 1.043 perusahaan, nanti tahun ini harus selesai menjadi tinggal 300 perusahaan. Tetapi nggak usah khawatir, tidak akan terjadi PHK," kata Dony dalam sebuah acara di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Menurut Dony, perampingan ini bertujuan menciptakan struktur korporasi yang lebih sehat, efisien, dan terfokus pada sektor-sektor strategis. Ia menambahkan bahwa seluruh pegawai akan dialihkan atau diintegrasikan ke dalam entitas hasil konsolidasi, sehingga tidak ada pihak yang dirugikan secara ketenagakerjaan.
Proses konsolidasi akan dikelompokkan ke dalam beberapa klaster usaha, seperti logistik, karya, asuransi, hingga layanan teknologi informasi dan komunikasi. Dony mencontohkan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk yang saat ini memiliki 67 anak perusahaan akan dipangkas hingga hanya menyisakan belasan entitas saja.
Dony menjelaskan bahwa perampingan ini tidak hanya menyasar sisi bisnis, tetapi juga perbaikan tata kelola perusahaan. "Kita sedang menyelesaikan seluruh