Ratiban Pandansari Brebes: Ribuan Warga Larung Tumpeng ke Telaga Ranjeng, Syukuri Hasil Bumi

Penulis: Qodri Anwar  •  Kamis, 18 Juni 2026 | 20:21:31 WIB
Ribuan warga Pandansari mengarak gunungan hasil bumi menuju Telaga Ranjeng dalam tradisi Ratiban.

BREBES — Ratusan tumpeng dan gunungan hasil bumi diarak dari Balai Desa Pandansari menuju Telaga Ranjeng, Rabu (17/6/2026). Pawai tersebut menjadi puncak tradisi Ratiban, ritual syukur tahunan yang diikuti ribuan warga di Kecamatan Paguyangan, Brebes.

Usai diarak, warga bersama-sama melarung pakan ikan ke telaga yang menjadi ikon wisata alam di selatan Brebes itu. Prosesi ini melambangkan rasa syukur atas hasil panen yang melimpah dan permohonan agar alam terus memberkati.

Dari Kepungan Tumpeng ke Festival Modern

Kepala Desa Pandansari, Irwan Susanto, menjelaskan bahwa Ratiban awalnya hanya berupa kepungan tumpeng yang diiringi doa bersama. Seiring waktu, tradisi ini dimodifikasi dengan sentuhan lebih modern tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya warisan leluhur.

“Ratiban merupakan tradisi warisan leluhur yang dahulu berupa kepungan tumpeng disertai doa bersama. Seiring perkembangan zaman, tradisi ini dimodifikasi dengan sentuhan yang lebih modern tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya yang diwariskan para pendahulu,” ujarnya.

Warisan Budaya Takbenda yang Diakui Nasional

Kebanggaan lain, tradisi Ratiban telah mendapat pengakuan dari Kementerian Kebudayaan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia. Menurut Irwan, status tersebut menjadi tanggung jawab bagi masyarakat untuk terus menjaga dan mewariskan tradisi ke generasi berikutnya.

Wakil Bupati Brebes, Wurja, yang hadir langsung dalam acara tersebut, mengapresiasi kerukunan dan keguyuban masyarakat Desa Pandansari. Ia menilai tradisi ini mampu bertahan di tengah derasnya arus modernisasi.

“Kerukunan dan keguyuban masyarakat Desa Pandansari dalam menjaga serta melestarikan tradisi leluhur di tengah perkembangan zaman patut menjadi contoh,” kata Wurja.

Telaga Ranjeng: Pusat Ritual dan Wisata Alam

Telaga Ranjeng dipilih sebagai lokasi inti Ratiban karena selain menjadi sumber penghidupan warga melalui perikanan, tempat ini juga telah menjadi destinasi wisata alam unggulan di wilayah selatan Brebes. Perpaduan antara ritual budaya dan potensi wisata diharapkan mampu menggerakkan ekonomi lokal.

Kegiatan ini juga melibatkan seluruh elemen desa, mulai dari petani, pemuda karang taruna, hingga perangkat desa. Mereka bergotong royong menyiapkan gunungan hasil bumi dan tumpeng sejak pagi hari.

Tradisi Ratiban di Pandansari menjadi salah satu agenda budaya tahunan yang dinanti warga Brebes. Selain sebagai wujud syukur, acara ini juga menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antarwarga dan memperkenalkan kearifan lokal kepada generasi muda.

Reporter: Qodri Anwar
Sumber: jateng.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top