CEO Startup Orionex Asal UGM Pamerkan Inovasi di Depan 400 Venture Capital Global

Penulis: Rendi Kusuma  •  Senin, 22 Juni 2026 | 12:23:01 WIB
CEO Orionex asal UGM mempresentasikan inovasi startup di hadapan lebih dari 400 modal ventura global.

JAWA TENGAH — Startup Grind Global Conference 2026 yang berlangsung pada 27-28 April 2026 di Fox Theatre, Redwood City, California, mempertemukan lebih dari 400 firma modal ventura dan 150 startup dari seluruh dunia. Bellatrix hadir sebagai bagian dari delegasi resmi Indonesia melalui program Overseas Program Pertamuda, yang diberikan kepada tiga pemenang teratas Pertamuda Seed & Scale 2025.

Kesempatan Pitching di Depan Investor Global

Salah satu momen kunci partisipasi Bellatrix adalah sesi One Minute Pitching, di mana ia mempresentasikan solusi yang dikembangkan Orionex kepada pemangku kepentingan internasional. "Sejumlah pelaku industri dan investor internasional pun menunjukkan ketertarikan terhadap solusi yang dipresentasikan, termasuk perwakilan dari beberapa lembaga investasi yang turut hadir," kata Bellatrix dalam keterangan tertulis, Senin (22/6).

Penampilan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkenalkan kapasitas inovasi startup Indonesia di panggung global sekaligus membuka potensi kerja sama lintas negara.

Diskusi dengan KJRI San Francisco soal Ekspansi

Di sela konferensi, Bellatrix bersama delegasi Indonesia lainnya berdiskusi dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di San Francisco. Pertemuan itu membahas peluang pengembangan startup Indonesia di pasar global, penguatan jaringan internasional, serta dukungan diplomatik bagi perusahaan rintisan yang ingin ekspansi ke luar negeri.

Modal Relasi dan Wawasan Standar Global

Melalui partisipasinya, Bellatrix mengaku memperoleh wawasan tentang standar global dalam membangun startup teknologi dan memperluas jaringan profesional bersama investor serta calon mitra strategis. "Relasi yang terjalin selama konferensi diharapkan dapat mendorong pertumbuhan PT Orionex Solusi Digital dan membuka lebih banyak peluang kolaborasi internasional ke depannya," harapnya.

Bellatrix merupakan alumnus Program Studi Teknik Biomedis dari Departemen Teknik Teknologi Informasi (DTETI) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada. Kiprahnya di ajang ini membuktikan bahwa alumni UGM mampu bersaing di ekosistem inovasi global. "Pencapaian ini diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan alumni untuk terus berkarya dan berinovasi dengan dampak nyata di tingkat internasional," pungkasnya.

Reporter: Rendi Kusuma
Sumber: ugm.ac.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top