SPPG di Jawa Tengah Wajib Serap Telur Rp 26.000 dan Ayam Rp 35.000 dari Peternak Lokal untuk Program MBG

Penulis: Teguh Prasetyo  •  Selasa, 23 Juni 2026 | 10:52:01 WIB
SPPG di Jawa Tengah wajib membeli telur dan ayam dari peternak lokal untuk program MBG.

SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi mengunci harga dan sumber pasokan bahan pangan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Seluruh SPPG di wilayah Jateng kini wajib membeli telur dan daging ayam langsung dari peternak lokal yang tergabung dalam asosiasi atau koperasi, bukan dari distributor di luar daerah.

Keputusan ini tertuang dalam dokumen "Komitmen Bersama Penyerapan Telur dan Daging Ayam dalam Program Makan Bergizi Gratis" yang ditandatangani dalam rapat koordinasi lanjutan di kantor gubernur, kemarin. Wagub Taj Yasin atau Gus Yasin menegaskan, SPPG yang ada di Jawa Tengah harus menaati skema ini.

Harga Acuan Telur dan Ayam untuk MBG

Dari kesepakatan tersebut, ada tiga poin utama yang mengikat seluruh SPPG. Pertama, menu MBG di Jawa Tengah akan menggunakan telur dan daging ayam masing-masing dua kali dalam sepekan. Kedua, asosiasi dan koperasi peternak ayam petelur maupun pedaging siap menyediakan pasokan sesuai standar kualitas yang telah disepakati serta mengirimkan langsung ke lokasi dapur mitra SPPG.

Ketiga, pembelian dilakukan langsung kepada asosiasi atau koperasi peternak rakyat Jateng dengan harga yang telah disepakati. Berikut rincian harga acuan yang berlaku:

  • Telur: Rp 26.000 per kilogram
  • Daging ayam karkas: Rp 35.000 per kilogram
  • Setara Rp 20.000 per kilogram berat hidup untuk ayam

Mengapa SPPG Dilarang Beli dari Luar Daerah?

Gus Yasin menjelaskan, pemerintah tidak hanya memastikan kebutuhan MBG terpenuhi, tetapi juga ingin menjaga agar manfaat ekonomi program tersebut dirasakan oleh peternak Jawa Tengah. "SPPG yang ada di Jawa Tengah harus membeli pasokan makanan itu dari Jawa Tengah, baik yang dikelola koperasi maupun asosiasi," jelasnya.

Pengaturan harga menjadi bagian penting agar tidak terjadi disparitas harga di lapangan. Pemerintah akan memastikan transaksi berjalan sesuai harga acuan yang telah ditetapkan. "Bukan hanya yang disetorkan ke SPPG saja, tetapi kami juga melindungi harga telur maupun ayam yang ada di Jawa Tengah. Salah satunya SPPG ini harus membeli dari asosiasi ataupun koperasi yang ada di Jawa Tengah," pungkasnya.

Dengan skema ini, Pemprov Jateng berharap program MBG tidak hanya berdampak pada gizi anak sekolah, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi peternak kecil yang selama ini kerap terpinggirkan oleh rantai pasok panjang.

Reporter: Teguh Prasetyo
Sumber: radioidola.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top