Pemprov Jateng Targetkan 160 Desa Wisata Baru dan 82 Ribu Sertifikat Halal pada 2027

Penulis: Surya Dinata  •  Selasa, 23 Juni 2026 | 12:55:01 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dorong pariwisata dan ekonomi syariah sebagai penggerak utama ekonomi daerah.

TEGAL — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memastikan sektor pariwisata dan ekonomi syariah tidak lagi sekadar pelengkap pembangunan daerah. Kedua sektor ini didorong menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Bregasmalang dan Petanglong yang mencakup Kabupaten Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang, Kota Tegal, dan Kota Pekalongan.

Modal Pertumbuhan: Ekonomi Jateng Tumbuh di Atas Nasional

Gubernur Ahmad Luthfi menyebut kondisi ekonomi Jawa Tengah saat ini menjadi modal kuat untuk menggenjot sektor baru. Data triwulan I 2026 menunjukkan pertumbuhan ekonomi Jateng mencapai 5,89 persen, lebih tinggi dari rata-rata nasional yang sebesar 5,61 persen. Tingkat kemiskinan juga berhasil ditekan menjadi 9,39 persen, sementara pengangguran terbuka turun ke angka 4,24 persen.

“Pariwisata dan ekonomi syariah bukan hanya menjadi sektor pendukung, tetapi harus kita dorong menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah. Potensi yang dimiliki wilayah Bregasmalang dan Petanglong sangat besar,” kata Ahmad Luthfi dalam sambutannya di Pendopo Ki Gede Sebayu, Kota Tegal.

Lonjakan Wisatawan 60 Persen dalam Tiga Tahun

Data Pemprov Jateng mencatat kunjungan wisatawan ke provinsi ini melonjak dari 46,6 juta orang pada 2022 menjadi 74,4 juta orang pada 2025. Angka itu menunjukkan pertumbuhan hampir 60 persen dalam tiga tahun terakhir. Menurut Gubernur, tren positif ini harus dimanfaatkan dengan pengembangan desa wisata baru dan penguatan infrastruktur digital di kawasan wisata.

Dukungan Infrastruktur: dari Pelatihan Konten Kreator hingga PLTS Atap

Kepala Bappeda Provinsi Jawa Tengah Yusmanto merinci sejumlah program pendukung yang sudah disiapkan. Di sektor pariwisata, pemerintah akan menggelar pelatihan content creator desa wisata, bimbingan teknis tata kelola desa, serta fasilitasi hak kekayaan intelektual bagi pelaku ekonomi kreatif.

Untuk ekonomi syariah, Pemprov membangun pembangkit listrik tenaga surya atap di sejumlah lembaga pendidikan berbasis keagamaan di Pekalongan dan Batang. Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat ekosistem industri halal di kawasan Pantura Barat.

“Rembuk pembangunan menjadi ruang untuk memastikan program yang disusun benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Aspirasi dari kabupaten dan kota kami integrasikan dengan arah kebijakan pembangunan provinsi,” ujar Yusmanto.

Target 2027: 7,12 Juta Wisatawan dan 160 Desa Wisata Baru

Wilayah Bregasmalang dan Petanglong menargetkan kunjungan wisatawan hingga 7,12 juta orang pada 2027. Selain pencanangan 160 desa wisata baru, pemerintah juga menargetkan peningkatan jumlah produk bersertifikat halal hingga lebih dari 82 ribu produk. Yusmanto menekankan keberhasilan target ini bergantung pada kolaborasi lintas sektor, termasuk dunia usaha, akademisi, dan komunitas masyarakat.

Reporter: Surya Dinata
Sumber: joglojateng.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top