Holding BUMN Logistik Resmi Dibentuk Bertahap, 9 Perusahaan Pelat Merah Merger hingga 2027

Penulis: Puguh Triyono  •  Selasa, 23 Juni 2026 | 16:55:31 WIB
Holding BUMN Logistik resmi dibentuk secara bertahap dengan penggabungan sembilan perusahaan hingga 2027.

JAWA TENGAH — Rencana konsolidasi ini diungkap Daud dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR, Senin (22/6/2026). Pada tahap pertama, tujuh perusahaan logistik BUMN akan bergabung ke dalam PT Multi Terminal Indonesia (MTI). Perusahaan-perusahaan itu adalah MTI dan PT Prima Indonesia Logistik (PIL) milik Pelindo, PT Pos Logistik Indonesia (Poslog) milik Pos Indonesia, PT Sarana Bandar Logistik (SBL) milik PT Pelni, PT KBN Prima Logistik (KPL) milik Danareksa, PT Varia Usaha Dharma Segara (VUDS) milik Semen Indonesia Group, serta PT Krakatau Jasa Logistik (KJL) milik Krakatau Steel.

Struktur kepemilikan saham MTI pada 1 Juli 2026 nanti terdiri dari Pelindo sebesar 73 persen, Pos Indonesia 9 persen, dan 17 persen sisanya dimiliki lima perusahaan lainnya. Namun, Daud menegaskan posisi ini hanya sementara. "Pada ujungnya nanti di tahun 2027, semua 7 perusahaan ini akan ada di bawah Pos Indonesia 100 persen," jelasnya. Mekanisme pengalihan saham akan diatur dengan skema paling optimal.

Dua Perusahaan Tambahan Genapkan Holding Menjadi Sembilan

Berdasarkan surat dari Danantara Indonesia, konsolidasi diperluas dengan masuknya PT Semen Indonesia Logistik (Silog) dan PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog). Silog merupakan cargo owner semen beserta layanan pendukungnya, sementara Pilog mengelola kargo pupuk dan ekosistemnya. Dengan tambahan ini, total perusahaan yang tergabung dalam holding BUMN logistik menjadi sembilan perusahaan.

"Nantinya berarti sudah ada 9 BUMN logistik yang bergabung di bawah perusahaan Pos Indonesia," kata Daud. Penggabungan ini, menurut dia, akan menciptakan sinergi distribusi yang lebih luas. Perusahaan yang sebelumnya hanya kuat di wilayah tertentu bisa memanfaatkan jaringan perusahaan lain untuk memperluas cakupan layanan ke berbagai daerah.

Target Efisiensi: Jaringan Distribusi Meluas, Margin Ganda Dihapus

Dampak langsung konsolidasi ini adalah perluasan jaringan distribusi. Saat ini, total titik layanan kumulatif perusahaan-perusahaan tersebut hanya 78 lokasi. Setelah merger, Daud menargetkan jumlah itu bertambah menjadi 150 hingga 160 lini bisnis di seluruh Indonesia. "Sehingga nanti anak perusahaan ini akan lengkap lini bisnisnya di seluruh Indonesia," ujarnya.

Lebih penting lagi, konsolidasi ini berpotensi menekan biaya logistik nasional. Selama ini, setiap mata rantai logistik dijalankan perusahaan berbeda yang masing-masing mengambil margin keuntungan sendiri. "Nantinya setelah digabung menjadi satu perusahaan, profit margin-nya hanya menjadi satu. Sehingga akan bisa memotong duplikasi profit margin dan menurunkan biaya logistik secara keseluruhan," jelas Daud.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah merampingkan BUMN sektor logistik agar lebih kompetitif dan efisien. Dengan jaringan yang terintegrasi, holding ini diharapkan mampu bersaing dengan pemain swasta dan asing di industri logistik tanah air.

Reporter: Puguh Triyono
Sumber: money.kompas.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top