JAWA TENGAH — Beberapa pabrikan smartphone melakukan pemangkasan harga pada lini produk mereka di awal tahun ini, mencakup segmen entry-level hingga flagship. Langkah ini membuat sejumlah perangkat yang sebelumnya berada di kelas harga lebih tinggi kini lebih mudah dijangkau, terutama bagi konsumen Indonesia yang sensitif terhadap harga.
Untuk pengguna dengan anggaran terbatas, Poco C81 Pro menjadi salah satu pilihan termurah. HP ini dibanderol mulai sekitar Rp1,8 jutaan dan sudah membawa layar 6,9 inci dengan refresh rate 120 Hz, serta menjalankan HyperOS 3 berbasis Android 15.
Naik ke kelas menengah, Oppo A6T Pro dipasarkan mulai Rp3,5 jutaan. Keunggulan utamanya ada pada baterai berkapasitas 7.000 mAh dan sertifikasi IP66, IP68, serta IP69 yang memberikan perlindungan ekstra terhadap debu dan air — jarang ditemukan di segmen harga ini.
Vivo V60 Lite kini dijual sekitar Rp4,1 jutaan. Ponsel ini mengusung layar dengan refresh rate 120 Hz yang membuat scrolling media sosial dan navigasi antar aplikasi terasa lebih mulus. Sementara itu, Oppo Reno12 F 5G dibanderol mulai Rp4,7 jutaan dengan layar AMOLED 6,67 inci 120 Hz dan desain premium yang dilengkapi Halo Light.
Vivo juga menurunkan harga dua perangkat 5G mereka. Vivo V50 Lite 5G hadir dengan bodi tipis bersertifikasi durabilitas militer dan baterai 6.500 mAh yang dirancang untuk penggunaan seharian penuh. Sementara Vivo V50 5G kini dijual mulai sekitar Rp5,4 jutaan.
Vivo V50 5G mengandalkan chipset Snapdragon 7 Gen 3 yang mampu menangani multitasking dan gaming kelas menengah dengan lancar. Dengan harga di kisaran Rp5 jutaan, perangkat ini menjadi pesaing langsung bagi seri Galaxy A atau Redmi Note di segmen yang sama.
Di lini flagship, Poco F7 Ultra mengalami penurunan harga menjadi sekitar Rp8,9 jutaan. Perangkat ini membawa RAM 12 GB dan penyimpanan internal 256 GB, cocok untuk pengguna yang membutuhkan performa tinggi untuk gaming berat atau produktivitas.
Salah satu fitur unggulannya adalah teknologi HyperCharge 120 watt yang memungkinkan pengisian daya sangat cepat — dari kosong hingga penuh dalam waktu singkat. Dengan harga di bawah Rp9 juta, F7 Ultra menawarkan spesifikasi yang biasanya ditemukan pada flagship yang lebih mahal.
Penyesuaian harga di awal 2026 ini tampaknya menyasar dua kelompok utama: pengguna yang ingin beralih ke perangkat 5G dengan anggaran terbatas, dan pengguna yang menginginkan fitur flagship (seperti pengisian daya super cepat atau kamera mumpuni) tanpa harus membayar harga premium penuh. Bagi yang bertahan dengan HP lama karena menunggu harga turun, momen ini bisa menjadi waktu yang tepat untuk upgrade.