Polda Jateng Supervisi Senjata Api Personel di Demak, 4 Polres Ikut Asistensi

Penulis: Qodri Anwar  •  Selasa, 30 Juni 2026 | 02:55:01 WIB
Polda Jateng menggelar supervisi penggunaan senjata api bagi personel di Polres Demak.

DEMAK — Polda Jawa Tengah memastikan setiap personel yang memegang senjata api memenuhi standar legalitas dan kompetensi. Hal itu disampaikan Karo Ops Polda Jateng Kombes Pol. Basya Radyananda saat membuka kegiatan supervisi di Aula Wicaksana Laghawa Polres Demak.

"Fokus kami ada pada dua hal, yakni legalitas penguasaan atau peminjaman senjata api oleh personel serta kompetensi anggota dalam menggunakan senjata api sesuai standar yang telah ditetapkan," ujar Basya dalam keterangan tertulis.

Legalitas dan Kemampuan Personel Jadi Sorotan

Menurut Basya, asistensi yang digelar bertujuan memberikan pemahaman dan bimbingan agar pelaksanaan tugas di lapangan berjalan optimal. Sementara supervisi dilakukan untuk memastikan seluruh mekanisme penggunaan senpi telah sesuai prosedur dan standar operasional.

Ia menambahkan, legalitas menjadi aspek krusial untuk memastikan setiap senjata api yang digunakan memenuhi persyaratan administrasi. Di sisi lain, setiap pemegang senjata api wajib memiliki kemampuan, pengetahuan, dan keterampilan yang memadai.

Pembekalan Hukum dan Evaluasi Pemahaman Personel

Setelah pemaparan materi operasional, peserta mendapatkan pembekalan aspek hukum penggunaan senjata api dari Kabidkum Polda Jateng Kombes Pol. Jansen Sitohang. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi evaluasi untuk mengukur pemahaman personel terhadap aturan dan prosedur yang berlaku.

"Kami berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh. Pembinaan seperti ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan profesionalisme personel," kata Basya.

Kapolres Demak: Supervisi Jadi Momentum Perkuat Sinergi

Kapolres Demak AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, supervisi tidak hanya menjadi sarana evaluasi dan pengawasan, tetapi juga wadah berbagi pengalaman dan memperluas wawasan personel.

Samel menilai, kegiatan ini memiliki makna strategis karena menjadi momentum memperkuat sinergi dan menyamakan persepsi dalam pelaksanaan tugas, khususnya terkait penggunaan senjata api agar tetap sesuai ketentuan perundang-undangan.

"Setiap arahan, masukan, koreksi, maupun rekomendasi dari Tim Supervisi menjadi bekal yang sangat berharga bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas personel," ujar Samel. Ia mengajak seluruh peserta memanfaatkan kegiatan tersebut sebagai sarana meningkatkan kompetensi sekaligus terbuka terhadap setiap arahan yang diberikan.

Reporter: Qodri Anwar
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top