Mahasiswa UIN Kudus Ciptakan Papan SPLDV dan E-Learning untuk Atasi Kesulitan Matematika Siswa MTs

Penulis: Puguh Triyono  •  Selasa, 30 Juni 2026 | 12:24:31 WIB
Mahasiswa UIN Kudus memperkenalkan Papan SPLDV sebagai alat bantu belajar matematika bagi siswa MTs.

KUDUS — Kesulitan memahami matematika, khususnya Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV), masih menjadi tantangan bagi siswa kelas VIII MTs NU Hasyim Asy’ari 2 Kudus. Hal ini mendorong mahasiswa Pendidikan Matematika UIN Sunan Kudus untuk menciptakan solusi konkret berupa alat peraga dan media digital.

Alat peraga bernama Papan SPLDV itu dirancang agar proses penyelesaian soal matematika menjadi lebih konkret dan interaktif. “Berdasarkan pengalaman saya mengajar, siswa kelas VIII masih mengalami kesulitan dalam mempelajari materi SPLDV. Siswa masih bingung menentukan variabel, koefisien, dan konstanta. Akibatnya, banyak siswa kesulitan menemukan penyelesaian yang tepat,” ujar guru matematika di kelas VII MTs NU Hasyim Asy’ari 2 Kudus.

Media Digital untuk Belajar Mandiri

Selain papan fisik, mahasiswa juga mengembangkan media E-Learning SPLDV yang memuat materi, contoh soal, latihan, video pembelajaran, dan kuis berbasis ZEPQUIZ. Media digital ini bisa diakses kapan saja, baik untuk pembelajaran di kelas maupun di rumah.

Kedua inovasi tersebut dipamerkan dalam kegiatan Expo Bahan dan Media Pembelajaran Matematika 2026 yang mengusung tema “Transformasi Pembelajaran melalui Media Kreatif dan Interaktif.” Expo menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menunjukkan karya yang lahir dari kebutuhan nyata di sekolah.

Disumbangkan ke Sekolah Mitra

Sebagai bentuk kontribusi, alat peraga Papan SPLDV dan media E-Learning SPLDV akan disumbangkan kepada MTs NU Hasyim Asy’ari 2 Kudus. Harapannya, media ini bisa dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh guru dan siswa dalam proses belajar mengajar.

Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran matematika serta membantu siswa memahami konsep-konsep yang selama ini dianggap sulit. Inovasi yang berangkat dari kebutuhan lapangan menjadi bukti bahwa pendekatan kreatif dan interaktif bisa menjadi jawaban atas tantangan pendidikan di daerah.

Reporter: Puguh Triyono
Sumber: lingkarjateng.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top