Bupati Klaten Dampingi Wamensos, 2.087 Keluarga Penerima Manfaat PKH Dinyatakan Graduasi Mandiri

Penulis: Teguh Prasetyo  •  Selasa, 30 Juni 2026 | 16:21:32 WIB
Bupati Klaten dan Wamensos RI hadir dalam prosesi graduasi mandiri 2.087 keluarga penerima PKH.

KLATEN — Sebanyak 2.087 keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Klaten resmi menyandang status graduasi mandiri. Mereka dinyatakan sudah tidak lagi bergantung pada bantuan sosial bersyarat dari Kementerian Sosial RI karena dinilai telah mandiri secara ekonomi.

Prosesi graduasi digelar di Pendopo Pemkab Klaten, Selasa (24/6/2025), dan dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Sosial RI serta Bupati Klaten Hamenang Wajar Istama. Dalam sambutannya, Wamensos mengapresiasi capaian tersebut sebagai hasil pendampingan dan pemberdayaan yang konsisten.

"Ini bukan sekadar keluar dari daftar penerima bansos, tetapi mereka sudah mampu memenuhi kebutuhan dasar tanpa bantuan pemerintah," ujar Wamensos dalam kesempatan tersebut.

Angka Kemiskinan Klaten Turun 1,05 Persen

Pemkab Klaten melaporkan bahwa graduasi massal ini berkorelasi langsung dengan penurunan angka kemiskinan daerah. Sepanjang tahun 2025, angka kemiskinan Klaten turun sebesar 1,05 persen—dari 12 persen menjadi 11 persen.

Saat ini, jumlah penduduk miskin di Klaten tersisa sekitar 129.680 jiwa. Pemkab menargetkan percepatan pengentasan melalui program pemberdayaan ekonomi berbasis kewilayahan dan penguatan usaha mikro.

Proses Graduasi: Dari Penerima Bansos Menuju Mandiri

KPM PKH yang dinyatakan graduasi mandiri telah melalui asesmen berkala oleh pendamping sosial. Indikator utamanya meliputi peningkatan pendapatan keluarga, akses layanan kesehatan dan pendidikan yang stabil, serta kepemilikan usaha produktif.

Bupati Hamenang menyebut bahwa pihaknya akan terus memperkuat program pascagraduasi agar keluarga yang sudah lulus tidak kembali masuk ke dalam kantong kemiskinan. "Kami akan dampingi dengan akses permodalan dan pelatihan keterampilan," katanya.

Pemkab Klaten juga tengah menyusun peta baru sasaran PKH untuk tahun anggaran berikutnya, dengan fokus pada desa-desa dengan konsentrasi kemiskinan tertinggi di wilayah utara dan timur kabupaten.

Reporter: Teguh Prasetyo
Sumber: radarsolo.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top