Akademi Persis Solo Akui Kehilangan Pemain Muda Berbakat, Jadikan Sistem Pembinaan Persija Jakarta sebagai Acuan

Penulis: Qodri Anwar  •  Rabu, 01 Juli 2026 | 17:32:31 WIB
Akademi Persis Solo mengakui kelemahan sistem pembinaan usia muda yang menyebabkan kehilangan pemain berbakat.

SURAKARTA — Persis Solo tengah berbenah di sektor pembinaan usia muda setelah mengakui adanya kelemahan sistem yang membuat mereka kehilangan pemain berbakat. Direktur Teknik Akademi Persis Solo, Rasiman, secara terbuka menyebut bahwa saat ini pihaknya menjadikan Akademi Persija Jakarta sebagai tolok ukur.

Menurut Rasiman, Persija sudah memiliki sistem pembinaan dan perlindungan kontrak yang lebih matang. Hal itu membuat Macan Kemayoran jarang kehilangan pemain muda potensialnya ke klub lain.

Kerugian Akibat Sistem yang Belum Rapi

Rasiman mengakui, dalam beberapa tahun terakhir, Persis Solo sempat kehilangan pemain muda yang sebenarnya sudah terdata di akademi. Mereka pergi ke klub lain karena belum ada ikatan kontrak yang kuat dan program pembinaan yang terstruktur.

"Kami akui, kami sempat kehilangan beberapa pemain bagus karena sistem kami belum sempurna. Di Persija, mereka sudah punya sistem yang rapi, dari scouting hingga perlindungan kontrak pemain," ujar Rasiman.

Model Pembinaan Jangka Panjang Mulai Diterapkan

Persis Solo kini mulai menerapkan pendekatan berbeda. Pembinaan jangka panjang menjadi prioritas agar pemain yang masuk akademi tidak hanya sekadar latihan, tetapi juga memiliki jalur karier yang jelas hingga ke tim senior.

Manajemen juga mulai memperbaiki aspek kontrak pemain muda. Langkah ini diambil agar bibit-bibit potensal asal Solo dan sekitarnya tidak mudah direkrut klub lain saat mulai menunjukkan performa.

Apa yang Bisa Dipelajari dari Persija?

Akademi Persija Jakarta selama ini dikenal sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia. Mereka memiliki sistem scouting yang menjangkau berbagai daerah, program latihan periodik, serta perlindungan kontrak yang mengikat pemain sejak usia dini.

Model inilah yang coba ditiru oleh Persis Solo. Rasiman menilai, tanpa sistem pembinaan yang kuat, klub akan terus kehilangan aset berharga di usia muda.

"Kami tidak ingin terus-terusan kehilangan pemain. Sekarang saatnya membangun dari bawah, seperti yang sudah dilakukan Persija," pungkasnya.

Reporter: Qodri Anwar
Sumber: radarsolo.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top