Beasiswa Garuda Pati Terhenti 3 Bulan, Plt Bupati Risma Ardhi Chandra Jamin Pencairan Pekan Depan hingga Wisuda

Penulis: Qodri Anwar  •  Selasa, 07 Juli 2026 | 07:33:01 WIB
Plt Bupati Pati pastikan pencairan beasiswa Garuda tertunda tiga bulan akan dibayarkan pekan depan.

PATI — Kepastian itu sekaligus menjawab kekhawatiran puluhan mahasiswa dan orang tua yang menggeruduk Kantor Bupati Pati, Senin (6/7/2026). Mereka mempertanyakan nasib beasiswa yang tak kunjung cair selama tiga bulan terakhir.

Dalam audiensi, Plt Bupati Risma Ardhi Chandra menegaskan komitmennya. “Oke kita selesaikan. Saya punya tanggung jawab bahwa ini saya selesaikan semua sampai wisuda,” kata Dedy Gunawan, kuasa hukum orang tua penerima beasiswa, menirukan pernyataan Plt Bupati.

27 Mahasiswa Sempat Berhenti Kuliah

Keterlambatan pencairan sejak April hingga Juni 2026 berdampak langsung pada proses belajar. Dedy merinci, sebanyak 27 mahasiswa terpaksa berhenti kuliah sementara karena biaya hidup dan uang kuliah tak terbayar. Sebelumnya, 11 orang di antaranya bahkan mencatat nilai di bawah standar akibat tekanan finansial.

“Alhamdulillah hari ini mereka tersenyum kembali. Intinya anak-anak kita punya semangat lagi untuk melanjutkan kuliah sampai selesai,” ujar Dedy.

Mengapa Beasiswa Garuda Macet?

Plt Bupati Risma Ardhi Chandra menjelaskan, keterlambatan bukan karena program dihentikan. Masalahnya, sebagian dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari sejumlah perusahaan mitra baru tersedia pada akhir Juni hingga awal Juli 2026. Selama ini, pembiayaan Beasiswa Garuda masih bergantung sepenuhnya pada CSR sehingga belum memiliki kepastian pendanaan tahunan.

“Kami tidak ingin terus bergantung pada CSR. Ke depan kami menyiapkan dasar hukum agar pembiayaan beasiswa dapat didukung APBD sehingga keberlanjutannya lebih terjamin,” tegas Chandra.

Total Tunggakan 3 Bulan Dibayar Pekan Depan

Dedy Gunawan memastikan, tunggakan untuk periode April hingga Juni 2026 akan dibayarkan pekan depan. Total penerima aktif saat ini mencapai 183 mahasiswa yang tersebar di berbagai perguruan tinggi.

“Untuk yang pertama ada terlambat mulai bulan April sampai bulan Juni ini. Nah itu 3 bulan itu diberikan minggu depan ini. Selanjutnya nanti akan dipercepat,” jelasnya.

Dukungan Bank Jateng dan Baznas untuk Keberlanjutan

Pemkab Pati telah berkoordinasi dengan Bank Jateng dan Baznas Kabupaten Pati untuk memastikan pencairan bantuan biaya hidup bagi 183 mahasiswa. Pimpinan Bank Jateng Cabang Koordinator Pati, Pramudjianto, menyatakan dukungannya. Dari total alokasi CSR Bank Jateng tahun 2026 sebesar Rp1,5 miliar untuk berbagai kegiatan sosial, beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu dan berprestasi tetap menjadi prioritas.

Plt Bupati Risma menambahkan, regulasi baru tengah disusun agar program beasiswa tidak lagi terganjal masalah pendanaan di masa depan. “Rencana minggu depan sudah kita laksanakan pengiriman tiga bulan yang tertunda. Untuk tiga tahun ke depan hak mereka akan tetap didapatkan sebagaimana sebelumnya,” pungkasnya.

Reporter: Qodri Anwar
Sumber: seputarmuria.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top