MAGELANG — Sebanyak 60 perwakilan perusahaan binaan mengikuti sosialisasi Manfaat Layanan Tambahan (MLT) perumahan yang digelar BPJS Ketenagakerjaan Cabang Magelang secara daring, Jumat (24/7/2026). Kegiatan ini membuka akses pembiayaan perumahan bagi peserta aktif jaminan sosial ketenagakerjaan.
MLT perumahan mencakup tiga fasilitas utama. Pertama, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) untuk pembelian rumah baru maupun bekas. Kedua, Pinjaman Uang Muka Perumahan (PUMP) yang meringankan biaya awal pembelian rumah. Ketiga, Pinjaman Renovasi Perumahan (PRP) untuk perbaikan hunian.
Selain itu, tersedia pula fasilitas pembiayaan perumahan pekerja berupa kredit konstruksi. Skema ini memberikan alternatif pembiayaan dengan bunga lebih rendah dan proses pengajuan yang lebih sederhana dibandingkan perbankan konvensional.
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Magelang, Verry K Boekan, mengakui masih banyak perusahaan dan pekerja yang belum memahami seluruh manfaat kepesertaan. Sosialisasi berkelanjutan pun digencarkan untuk menjangkau lebih banyak peserta.
"Karena itu, perusahaan diharapkan dapat memastikan seluruh pekerjanya memperoleh perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan sesuai ketentuan. Dengan kepesertaan yang aktif, pekerja memiliki perlindungan ketika menghadapi risiko-risiko sosial ekonomi yang berkaitan dengan pekerjaan," ujar Verry dalam forum Zoom tersebut.
Verry menegaskan bahwa akses terhadap MLT perumahan berkaitan erat dengan status kepesertaan pekerja. Perusahaan wajib mendaftarkan seluruh pekerjanya agar bisa memanfaatkan program ini.
Forum daring yang dihadiri perwakilan dari berbagai divisi perusahaan itu juga dimanfaatkan untuk memperkuat komunikasi antara BPJS Ketenagakerjaan dan perusahaan binaan di wilayah Magelang dan sekitarnya.
Melalui skema MLT, peserta dapat memperoleh alternatif pembiayaan perumahan dengan bunga yang lebih kompetitif. Dukungan ini dapat dimanfaatkan untuk memiliki hunian pertama maupun merenovasi rumah yang sudah ada.
Kepala Bidang Pelayanan Indah Agustina yang mendampingi Verry menambahkan, sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya BPJS Ketenagakerjaan memperkenalkan manfaat tambahan yang belum sepenuhnya diketahui publik.