JAWA TENGAH — GIIAS 2026 di ICE BSD City, Tangerang, resmi menjadi panggung peluncuran harga DFSK E5 Plus pada 29 Juli 2026. Sebelumnya, model ini sudah mengumpulkan lebih dari 1.200 pre-booking sejak akhir Juni—angka yang menunjukkan animo pasar terhadap SUV berteknologi plug-in hybrid (PHEV) di segmen harga menengah-atas.
PT Sokonindo Automobile selaku pemegang merek menetapkan harga khusus pameran Rp479 juta, dan akan naik ke Rp499 juta setelah ajang selesai. Strategi ini adalah pola umum industri untuk mempercepat keputusan pembelian, namun selisih Rp20 juta cukup signifikan untuk membuat calon pembeli tidak menunda SPK.
E5 Plus diposisikan sebagai "Dual-Energy Premium Urban SUV". Artinya, ada dua sumber tenaga yang bisa dipakai: motor listrik dan mesin konvensional. Klaim jarak tempuh gabungan mencapai 1.400 km (NEDC), dengan 140 km di antaranya bisa ditempuh murni bertenaga listrik.
Angka ini menjawab dua masalah sekaligus. Untuk pemakaian dalam kota, 140 km cukup untuk beberapa hari tanpa menyentuh pom bensin. Untuk perjalanan antar kota, mesin konvensional menjadi penyelamat ketika baterai habis dan stasiun pengisian belum tersedia. Skema ini memang menyasar konsumen yang masih ragu dengan mobil listrik murni, tapi ingin merasakan efisiensi berkendara listrik.
DFSK membekali E5 Plus dengan fitur yang jarang ada di kelasnya. Rear Entertainment Display 15,6 inci diklaim sebagai yang pertama di segmen ini, ditempatkan khusus untuk penumpang baris kedua. Ada juga ventilated seat di baris pertama dan kedua—fitur yang biasanya baru ditemukan di mobil premium jauh di atas harga Rp500 juta.
Peredaman suara disebut dilakukan di lebih dari 300 titik bodi kendaraan. Suspensi menggunakan Frequency Selective Damping (FSD) yang konon menyesuaikan karakter redaman secara otomatis antara jalan rusak dan jalan tol. Sistem pemurni udara (air purification) dengan sensor partikel 2,5 mikron juga disertakan, fitur yang relevan untuk kota-kota besar Indonesia.
Untuk menekan biaya kepemilikan, DFSK menyertakan paket Free Maintenance 5 tahun atau 100.000 km. Cakupannya meliputi jasa dan suku cadang penggantian oli mesin serta filter oli. Ini nilai tambah yang patut dihitung, karena biaya servis rutin PHEV bisa lebih rumit dibanding mobil konvensional.
Selama GIIAS, setiap SPK untuk seluruh lini model DFSK juga mengikutsertakan konsumen dalam program lucky dip, dengan hadiah diserahkan bersamaan proses delivery.
Harga Rp479 juta adalah harga pameran. Setelah GIIAS berakhir, konsumen harus menyiapkan Rp499 juta. Selisih Rp20 juta ini bisa menjadi bahan negosiasi di diler, atau justru menjadi alasan untuk buru-buru memesan selama pameran berlangsung.
President DFSK, Amy Gong, menyebut peluncuran ini sebagai bagian dari langkah global DFSK menuju energi baru, dengan Indonesia sebagai salah satu pasar strategis. Namun, di segmen harga Rp479-499 juta, E5 Plus akan berhadapan dengan kompetisi ketat dari SUV hybrid dan listrik merek lain yang sudah lebih dulu mapan di Indonesia. Kesiapan jaringan purna jual dan ketersediaan suku cadang akan menjadi faktor krusial yang perlu diverifikasi calon pembeli sebelum memutuskan.
Kesan awal dari spesifikasi yang dibawa, E5 Plus menawarkan paket fitur kabin yang agresif dan solusi jarak tempuh yang praktis. Namun, kualitas berkendara sesungguhnya dari suspensi FSD dan efisiensi bahan bakar real-world masih harus dibuktikan lewat pengujian jangka panjang di jalan Indonesia.