JAWA TENGAH - Indonesia jadi salah satu negara dengan kekayaan tambang terbesar di dunia, dari emas dan tembaga di Papua sampai nikel di berbagai wilayah timur. Berikut daftar perusahaan yang mengelola potensi tersebut.
PT Freeport Indonesia (tambang Grasberg, Mimika) tercatat sebagai salah satu produsen tembaga-emas terbesar dunia sejak 1966, dengan produksi 2023 sekitar 1,9 juta ons emas. PT Amman Mineral Internasional Tbk mengelola tambang Batu Hijau di Sumbawa dengan produksi 2021 mencapai 23,9 juta ons emas, sementara PT Sumbawa Timur Mining menggarap proyek tembaga-emas di Hu'u, Dompu, hasil kerja sama Eastern Star Resources dan Antam.
PT Aneka Tambang Tbk mengelola Tambang Emas Pongkor di Jawa Barat (16.690 kg emas pada 2021). PT Wilton Makmur Indonesia Tbk mengelola tambang emas di Jawa Barat sejak 2000. PT Bumi Resources Minerals Tbk beroperasi di Poboya, Palu, Sulawesi Tengah dengan izin hingga 2050.
PT United Tractors Tbk mengelola tambang emas Martabe di Tapanuli Selatan lewat anak usaha PT Agincourt Resources. PT Merdeka Copper Gold Tbk mengoperasikan tambang Tujuh Bukit di Banyuwangi dengan produksi sekitar 1 juta ons emas hingga medio 2023.
PT Pama Persada Nusantara beroperasi di 17 lokasi tambang, bekerja sama dengan 38 perusahaan tambang. PT Thiess Contractors Indonesia, bagian Grup CIMIC, telah beroperasi sejak 1972 dan membawa pengalaman global ke industri tambang lokal.
Apa itu Tambang Batu Hijau dan siapa yang mengelolanya?
Batu Hijau adalah tambang tembaga-emas di Sumbawa, NTB, yang dikelola oleh PT Amman Mineral Internasional Tbk, salah satu tambang terbesar untuk kedua komoditas tersebut di Indonesia.
Apa perbedaan perusahaan pemegang konsesi dan kontraktor tambang?
Pemegang konsesi seperti Freeport atau Antam memiliki izin usaha pertambangan atas suatu wilayah, sementara kontraktor seperti Pama dan Thiess menyediakan jasa operasional seperti alat berat dan pengangkutan.