Jadwal Pemadaman Listrik Pati Jumat 21 Agustus 2026, Dua Desa Terdampak di Kecamatan Margoyoso

Penulis: Teguh Prasetyo  •  Jumat, 21 Agustus 2026 | 06:26:31 WIB
Petugas PLN melakukan pemeliharaan jaringan tegangan menengah di Jalan Raya Margoyoso, Pati, Jumat (21/8/2026).

PATI — Dua desa di Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, akan mengalami pemadaman listrik bergilir pada Jumat (21/8/2026). Layanan pelanggan PLN UP3 Pati mengumumkan pemadaman ini sebagai bagian dari pekerjaan pemeliharaan jaringan.

Warga yang terdampak adalah pelanggan di Desa Kaliampo dan Desa Wangunrejo. Pemadaman listrik ini dijadwalkan berlangsung pada pagi hari, dimulai pukul 10.00 WIB hingga selesai pada pukul 13.00 WIB.

Penyebab dan Wilayah Terdampak di Margoyoso

Pemadaman listrik di Pati ini dilakukan untuk keperluan pemeliharaan jaringan tegangan menengah (JTM). Pekerjaan tersebut bertujuan memastikan keandalan pasokan listrik bagi pelanggan di wilayah tersebut.

Lokasi pekerjaan terletak di sekitar Jalan Raya Margoyoso. Petugas akan melakukan penggantian material dan perbaikan komponen jaringan yang memerlukan pemutusan aliran listrik sementara.

Imbauan bagi Pelanggan PLN di Kaliampo dan Wangunrejo

PLN mengimbau warga yang terdampak untuk mempersiapkan diri selama periode pemadaman berlangsung. Masyarakat diminta mematikan peralatan elektronik yang sensitif terhadap tegangan listrik untuk menghindari kerusakan saat aliran listrik kembali dinyalakan.

Pihak PLN juga meminta maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat pekerjaan pemeliharaan ini. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui aplikasi PLN Mobile atau menghubungi kantor PLN terdekat.

Jadwal pemadaman ini dapat berubah sewaktu-waktu apabila terdapat kendala teknis di lapangan. PLN akan berupaya menyelesaikan pekerjaan lebih cepat dari jadwal yang ditentukan agar pasokan listrik dapat segera dinormalisasi.

Reporter: Teguh Prasetyo
Sumber: ayosemarang.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top