Proyek PSEL Bekasi Rp3 Triliun Diresmikan, Target Olah 1.500 Ton Sampah per Hari

Penulis: Rendi Kusuma  •  Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:17:31 WIB
Peresmian pembangunan PSEL Kota Bekasi ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Listrik antara konsorsium pengembang dan PT PLN di Bantar Gebang, Rabu (26/8).

JAWA TENGAH — Peresmian pembangunan PSEL Kota Bekasi berlangsung di Bantar Gebang, Rabu (26/8), ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Listrik (PPA) antara konsorsium pengembang dan PT PLN (Persero). Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan proyek ini hanyalah salah satu bagian dari solusi besar pengelolaan sampah nasional.

"Jadi yang kita bicarakan (PSEL) hari ini, itu saudara-saudara, hanya 22 persen. Kalau selesai semua, yang dikerjakan oleh Pandu, Danantara dan kawan-kawan, itu baru 22 persen," ujar Zulhas dalam sambutannya. Skema Besar Penuntasan Sampah Nasional

Zulhas menjelaskan penyelesaian masalah sampah tidak bisa hanya bertumpu pada PSEL. Pemerintah menyiapkan pendekatan terintegrasi yang mencakup teknologi pirolisis untuk memproses sampah lama, Refuse Derived Fuel (RDF), serta gerakan pemilahan sampah dari sumbernya di tingkat masyarakat.

"Kalau kita kerja sama seperti itu, insya Allah 2029 (sekitar) 70 sampai 75 persen bisa kita selesaikan sampah ini. Yang mulai Indonesia merdeka sampai hari ini masalahnya tambah banyak. Tapi 2-3 tahun ini bisa kita selesaikan, saya meyakini asal bisa kerja sama dengan semua pihak," kata Zulhas. Target Operasional dan Dampak Lingkungan

Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir mengungkapkan proyek ini direalisasikan lewat PT Denera bersama mitra Wangneng. Fasilitas tersebut dirancang menghasilkan energi hijau yang mampu memasok kebutuhan listrik bagi 55 ribu rumah warga Kota Bekasi.

"Kita ekspektasi juga insya Allah akhir 2027, awal 2028 udah selesai. Jadi emang kita ngebutlah. End-to-end ini dari mulai proses November ini mungkin di bawah 24 bulan kita udah selesai, termasuk PPA. Karena ini masalah krisis kan, krisis sampah. Kita coba secepat mungkin," jelas Pandu.

Selain mengatasi darurat sampah, operasional PSEL Kota Bekasi diproyeksikan memberikan dampak lingkungan yang signifikan: - Menekan emisi karbon hingga 640 ribu ton setara CO2 per tahun - Mengurangi kebutuhan lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sekitar 90 persen - Membuka 1.000 lapangan kerja hijau baru di kawasan setempat

"Kita merancang program ini untuk memberikan dampak nyata terhadap pengelolaan sampah, energi hijau, dan memberdayakan ekonomi lokal dengan mengacu pada standar lingkungan EU IED atau Europe Industrial Emission Directive," pungkas Pandu.

Dengan kapasitas pengolahan lebih dari 500 ribu ton per tahun, proyek ini menjadi salah satu infrastruktur pengelolaan sampah terbesar yang dibangun melalui skema investasi Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Keberhasilan proyek ini akan menjadi tolok ukur bagi pengembangan PSEL di kota-kota besar lainnya yang menghadapi krisis sampah serupa.

Reporter: Rendi Kusuma
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top