Ambulans Umat Masjid Jami Al-Ikhlas Kalipancur Resmi Beroperasi, Warga Kurang Mampu Bisa Gunakan Gratis

Penulis: Rendi Kusuma  •  Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:38:32 WIB
Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin membunyikan sirine sebagai tanda Ambulans Umat Masjid Jami Al-Ikhlas Kalipancur resmi beroperasi di Ngaliyan, Senin malam.

SEMARANG — Ambulans Umat yang dikelola Masjid Jami Al-Ikhlas di RW 04 Kalipancur, Ngaliyan, resmi melayani warga mulai Senin malam. Kehadiran armada ini menjadi jawaban atas kebutuhan transportasi medis bagi warga yang membutuhkan rujukan ke fasilitas kesehatan, terutama mereka yang tinggal di perkampungan padat penduduk.

Pengoperasian ambulans ini tidak dipungut biaya bagi warga kurang mampu. Adapun warga yang mampu secara ekonomi dipersilakan memberikan infak sukarela yang hasilnya digunakan untuk merawat kendaraan dan menutup biaya operasional harian.

Skema Subsidi Silang untuk Biaya Operasional

Dana perawatan dan bahan bakar armada tidak bergantung pada anggaran pemerintah. Pengurus masjid mengandalkan mekanisme subsidi silang dari infak pengguna layanan yang mampu membayar.

Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, menyebut inisiatif ini sebagai wujud kemandirian warga. Menurutnya, kolaborasi semacam ini membantu pemerintah daerah memperluas jangkauan layanan sosial hingga tingkat lingkungan.

"Ambulans ini murni lahir dari kepedulian jemaah Masjid Jami Al-Ikhlas. Warga kurang mampu gratis, yang mampu berinfak. Inilah bentuk gotong royong dan kemandirian warga yang sangat baik," ujar Iswar dalam sambutannya.

Pengelolaan Profesional Jadi Kunci Keberlanjutan

Iswar menitipkan pesan agar armada ini dikelola secara profesional. Perawatan berkala dan kesiapan awak menjadi syarat agar layanan tetap cepat saat dibutuhkan warga.

"Kami berharap ambulans ini dikelola secara profesional, terawat dengan baik, dan terus menjadi penyedia layanan pertolongan medis yang cepat bagi warga yang membutuhkan," tegasnya.

Peresmian ditandai dengan pembunyian sirine yang dilanjutkan salawat bersama yang dipimpin Habib Hamid Sholeh Ba'agil bersama Grup Sholawat Ussyaqun Thoha. Acara berlangsung meriah di tengah warga yang memadati lokasi.

Hadirnya Ambulans Umat diharapkan menumbuhkan semangat serupa di lingkungan masjid lain. Inisiatif ini menjadi contoh bagaimana kepedulian kolektif bisa menjawab persoalan layanan dasar di tengah keterbatasan.

Reporter: Rendi Kusuma
Sumber: jatengnews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top