SEMARANG — Sebanyak 64 siswa kelas IV A dan IV B SD Negeri Sidomulyo 04 mendapat pelatihan khusus public speaking dari mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT 22 UIN Walisongo Posko 04. Program yang berlangsung setiap Senin dan Rabu ini dirancang untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak sejak dini.
Kegiatan yang dimulai pada 3 Agustus 2026 ini tidak hanya berhenti pada pemberian teori. Para mahasiswa langsung mempraktikkan materi di hadapan siswa, mulai dari perkenalan diri, presentasi, hingga menjadi pembawa acara.
Materi Pelatihan: dari MC hingga Orasi
Dalam pelaksanaannya, siswa diperkenalkan pada beragam jenis public speaking. Materi yang diajarkan meliputi teknik presentasi di depan umum, menjadi moderator, Master of Ceremony (MC), storytelling, ceramah, hingga orasi.
Para siswa juga diajak berlatih memperkenalkan diri dengan suara jelas, menyampaikan pendapat, serta tampil berani di hadapan teman-temannya. Metode ini dikemas secara interaktif agar suasana belajar tetap menyenangkan.
Mengatasi Rasa Malu Sejak Dini
Yahya Haidar M., koordinator divisi Pendidikan dan Keagamaan, mengatakan keberanian berbicara adalah keterampilan yang wajib diasah sejak sekolah dasar. Menurutnya, kemampuan ini tidak hanya berguna saat tampil di depan kelas, tetapi juga dalam interaksi belajar sehari-hari.
“Kami ingin siswa tidak hanya memahami apa itu public speaking, tetapi juga berani mencoba berbicara di depan orang lain. Karena keberanian untuk berbicara perlu dilatih sejak dini,” ujar Yahya.
Para mahasiswa KKN memberikan pendampingan intensif selama praktik berlangsung. Siswa yang masih terlihat malu atau kurang percaya diri mendapat arahan khusus agar perlahan berani tampil.
Antusiasme Siswa dan Pembiasaan Rutin
Antusiasme terlihat dari keaktifan siswa kelas IV A dan IV B selama mengikuti kegiatan. Mereka diberi ruang luas untuk mencoba berbicara langsung, tidak sekadar mendengarkan materi.
Melalui praktik tersebut, anak-anak belajar mengendalikan rasa gugup, mengatur intonasi bicara, dan menyampaikan gagasan dengan lebih percaya diri. Program ini akan terus berjalan secara berkala sebagai bentuk pembiasaan keterampilan komunikasi di lingkungan sekolah.