Bank Jateng Siap Danai Keberangkatan 6.800 Siswa SMK Jateng ke Luar Negeri, Berikut Skema Pembiayaannya

Penulis: Qodri Anwar  •  Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:39:02 WIB
Bank Jateng menyatakan kesiapan membiayai keberangkatan 6.800 siswa SMK Jawa Tengah melalui program SMK Go Global dalam rapat dengan KP2MI di Jakarta, Rabu (19/8/2026).

JAKARTA — Bank Jateng menyatakan kesiapannya masuk dalam ekosistem pembiayaan Program SMK Go Global. Komitmen ini mengemuka dalam rapat dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) di Gedung Graha Pratama, Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Hadir dalam pertemuan tersebut Direktur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri KP2MI Dwi Setiawan, Direktur Jenderal Penempatan Ahnas, jajaran Bank Jateng, serta BPR BKK Jateng.

Program ini menyasar 6.800 peserta dari Jawa Tengah, terbagi dalam Batch 1 sebanyak 1.660 peserta dan Batch 2 sebanyak 5.140 peserta. Hingga 14 Agustus 2026, tercatat 2.000 peserta telah dinyatakan lolos seleksi.

Skema Pembiayaan: Prudent tapi Pastikan Kontrak Kerja

Direktur Utama Bank Jateng, Bambang Widyatmoko, menegaskan pembiayaan tidak akan diberikan sembarangan. Pihaknya tetap berpegang pada prinsip kehati-hatian perbankan.

“Dalam penyaluran pembiayaan, Bank Jateng tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dengan mempertimbangkan kepastian penempatan maupun kontrak kerja peserta,” ujar Bambang dalam keterangan tertulisnya.

Ia menambahkan, kepastian kontrak menjadi syarat mutlak agar kredit dapat disalurkan secara prudent. Dengan begitu, risiko kredit macet bisa ditekan dan peserta mendapat kepastian hukum.

Bukan Sekadar Uang: Rekening, Remitansi, Hingga Modal Usaha

Dukungan Bank Jateng tidak berhenti pada pembiayaan keberangkatan. Bambang memaparkan layanan yang diberikan sejak tahap awal peserta mengikuti program.

“Kami ingin membangun ekosistem yang berkelanjutan, mulai dari pembukaan rekening, transaksi remitansi, pembiayaan penempatan, hingga ketika pekerja migran kembali ke Indonesia dan mulai membangun usaha,” tuturnya.

Potensi transaksi remitansi dinilai menjadi bagian penting dalam membangun layanan keuangan jangka panjang. Bank Jateng juga akan memperkuat koordinasi dengan BP3MI Jawa Tengah dan mitra KP2MI untuk mekanisme pelaksanaan di daerah.

Target 500.000 Tenaga Kerja dan Negara Tujuan

Program SMK Go Global dirancang untuk menyiapkan 500.000 tenaga kerja kompeten secara nasional. Sektor yang dibidik antara lain caregiver, welder, hospitality, dan nurse.

Direktur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri KP2MI, Dwi Setiawan, menyebut sinergi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan program. Pendekatan yang dipakai berbasis kebutuhan pasar kerja atau demand driven.

“Program SMK Go Global diarahkan untuk menyiapkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja global. Karena itu, kolaborasi dengan perbankan menjadi penting,” kata Dwi.

Negara tujuan penempatan meliputi Malaysia, Taiwan, Jepang, Korea Selatan, Jerman, Australia, Singapura, sejumlah negara Eropa, Turki, hingga Maladewa. Pendaftaran telah dibuka sejak 12 Agustus 2026, pelatihan dijadwalkan mulai 26 Agustus 2026, dan target penempatan perdana akhir September 2026.

Skema program juga didukung Perjanjian Kerja Sama antara KP2MI dan Bank Jateng terkait penyaluran Kredit Usaha Rakyat bagi Pekerja Migran Indonesia (KUR PMI). Sinergi ini diharapkan memperluas peluang sekaligus menyiapkan SDM Indonesia untuk bersaing di tingkat global.

Reporter: Qodri Anwar
Sumber: beritajateng.tv This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top