SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan pembangunan PLTS Terapung Gajah Mungkur di Kabupaten Wonogiri telah dimulai. Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyebut proyek ini menyerap investasi sekitar Rp 1,6 triliun dan ditargetkan rampung serta beroperasi pada akhir 2027.
Groundbreaking proyek ini dilakukan serentak dengan peluncuran Program PLTS 100 GWp yang dipimpin langsung dari Bali pada Selasa, 25 Agustus 2026. PLTS Terapung Gajah Mungkur menjadi salah satu dari 14 proyek pembangkit dengan total kapasitas 5,2 gigawatt peak (GWp) yang diluncurkan secara nasional pada hari yang sama.
Direktur Operasi Pembangkit Gas PT PLN Indonesia Power Daniel Eliawardhana menyatakan proyek ini akan beroperasi dengan kapasitas setara 134 megawatt peak (MWp). Persiapan teknis dan aspek kelayakan proyek saat ini tengah berjalan sesuai target waktu yang telah ditetapkan.
General Manager PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jateng Bramantyo Anggun Pambudi menjelaskan, listrik yang dihasilkan akan disalurkan melalui jaringan 150 kilovolt menuju Gardu Induk Nguntoronadi yang berjarak sekitar 11,7 kilometer. Setelah masuk ke jaringan interkoneksi Jawa-Madura-Bali, aliran listrik ini tidak hanya dinikmati warga sekitar Waduk Gajah Mungkur.
"Ketika listrik tersebut sudah masuk ke jaringan interkoneksi, maka listrik tersebut tidak khusus untuk berada di sekitaran daerah tersebut. Itu juga bisa disalurkan ke semua daerah di jaringan yang tersambung dengan interkoneksi," ucapnya.
Lahan panel surya dirancang tidak mengganggu fungsi utama waduk. Area yang digunakan kurang dari 5 persen dari total luas Waduk Gajah Mungkur yang mencapai sekitar 5.600 hektare.
Tata letak panel disiapkan dengan mempertimbangkan perubahan muka air waduk. Jalur aktivitas masyarakat dan nelayan di sekitar waduk juga tetap dipertahankan agar tidak terganggu oleh operasional pembangkit.
Pada tahap konstruksi, proyek ini diperkirakan menyerap 150 hingga 250 tenaga pendukung. Pihak kontraktor akan memprioritaskan perekrutan pekerja dari masyarakat lokal.
Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan pengembangan energi baru terbarukan menjadi prioritas Jawa Tengah untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil. PLTS Terapung Gajah Mungkur merupakan bagian dari strategi besar tersebut.
Setelah Gajah Mungkur, pengembangan PLTS di Jawa Tengah direncanakan berlanjut di Waduk Kedung Ombo dengan kapasitas sekitar 100 MWac. Selain itu, proyek berkapasitas sekitar 7,4 MW juga tengah disiapkan di Karimunjawa.
Pembangunan PLTS Terapung Gajah Mungkur merupakan bagian dari Program PLTS 100 GWp yang dikembangkan pemerintah secara nasional untuk memperkuat ketahanan dan kemandirian energi Indonesia.