KAB SEMARANG — Kegiatan bertajuk "Smart Digital: Bijak Menggunakan Gadget Sejak Dini" ini menyasar siswa kelas 5A dan 5B. Materi yang dibawakan berfokus pada pengenalan konsep 3B, yakni Boleh, Bijak, dan Berhenti, serta pentingnya mengatur screen time atau durasi penggunaan layar gawai.
Egi Fidelia Arirang, mahasiswa KKN UPGRIS bidang Literasi Digital, menjelaskan bahwa anak-anak diajak memahami tiga batasan utama dalam memakai gawai. Pertama, gawai boleh digunakan untuk belajar dan aktivitas positif. Kedua, pemakaiannya harus bijak sesuai kebutuhan dan waktu yang ditentukan. Ketiga, anak-anak harus berani berhenti saat batas waktu penggunaan telah usai.
"Kami mengenalkan konsep 3B, yaitu boleh, bijak, dan berhenti, serta pentingnya mengatur screen time agar penggunaan gadget tidak mengganggu aktivitas belajar dan kegiatan sehari-hari siswa," ujar Egi dalam keterangannya, Sabtu (22/8/2026).
Agar materi mudah dicerna, sesi edukasi tidak berlangsung satu arah. Mahasiswa KKN menyiapkan kuis edukatif yang dimainkan secara berkelompok menggunakan laptop. Setiap kelompok berlomba menjawab pertanyaan seputar literasi digital yang telah disampaikan sebelumnya.
Metode ini dipilih untuk membangun keakraban antara mahasiswa dan siswa, sekaligus menguji pemahaman anak-anak terhadap materi secara langsung. Suasana kelas pun tampak lebih hidup dibandingkan sekadar mendengarkan penjelasan dari depan kelas.
Kepala SD Negeri Gebugan 02, Ashsa Widiastutik, menilai program ini sangat relevan dengan kebutuhan siswa saat ini. Menurutnya, anak-anak memang perlu mendapat panduan konkret agar tidak tenggelam dalam gawai mereka sehari-hari.
"Kegiatan seperti ini sangat positif bagi siswa karena memberikan pemahaman mengenai bagaimana menggunakan gadget secara bijak. Selain itu, siswa juga dapat belajar secara langsung melalui kegiatan yang interaktif dan menyenangkan," kata Ashsa.
Ashsa menambahkan, kolaborasi antara pihak sekolah dan mahasiswa KKN semacam ini diharapkan bisa menjadi jembatan untuk memperkuat edukasi digital yang selama ini mungkin belum tersampaikan secara optimal di kelas.
Bintang Fahriza Putra, mahasiswa KKN UPGRIS yang juga bergerak di bidang Literasi Digital, berharap materi yang diberikan tidak berhenti di ruang kelas. Ia ingin para siswa benar-benar mempraktikkan aturan screen time dan konsep 3B saat berada di rumah masing-masing.
"Kami berharap edukasi ini tidak berhenti pada saat kegiatan berlangsung, tetapi dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.
Melalui program ini, Kelompok 13 KKN UPGRIS menargetkan lahirnya generasi pengguna teknologi yang tidak hanya cerdas secara digital, tetapi juga mampu menjaga keseimbangan antara waktu bermain gawai dengan belajar, berolahraga, dan berinteraksi bersama keluarga.