KAB SEMARANG — Anak-anak di Dusun Kutan, Desa Randugunting, Kecamatan Bergas, kini punya bekal baru untuk menghadapi situasi darurat. Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 5 mengajak mereka mempraktikkan langsung cara menyelamatkan diri saat gempa bumi terjadi, Rabu (26/8/2026).
Edukasi yang dikemas dalam kegiatan bimbingan belajar ini tidak hanya berisi teori. Para mahasiswa mengajak anak-anak melakukan simulasi sederhana, seperti berlindung di bawah meja, melindungi kepala, dan menjauh dari benda-benda yang berpotensi jatuh. Peserta tampak antusias mengikuti setiap arahan.
Simulasi Penyelamatan Diri Jadi Fokus Utama
Materi yang diberikan mencakup pemahaman dasar mengenai pengertian dan penyebab gempa bumi. Namun, porsi terbesar difokuskan pada praktik langkah aman saat gempa terjadi, baik ketika berada di dalam rumah, di sekolah, maupun di ruang terbuka.
Anak-anak juga diajak mengenali titik kumpul aman dan diperkenalkan pada konsep tas siaga bencana sederhana yang bisa disiapkan di rumah masing-masing. Pengetahuan ini diharapkan bisa mereka bagikan kepada keluarga di lingkungan tempat tinggal.
Bekal Pengetahuan untuk Keselamatan Jangka Panjang
Penanggung jawab kegiatan, Angellita Putri Susanto, menegaskan bahwa edukasi ini merupakan investasi keselamatan bagi anak-anak. Menurutnya, pemahaman sederhana seperti berlindung di bawah meja bisa menjadi pembeda antara selamat dan tidak dalam situasi darurat.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya paham pelajaran sekolah, tapi juga tahu apa yang harus dilakukan kalau tiba-tiba terjadi gempa. Pengetahuan sederhana seperti berlindung di bawah meja itu penting, karena bisa menyelamatkan diri mereka dalam situasi darurat,” ujar Angel.
Kepala Dusun Akui Minimnya Pemahaman Masyarakat
Kepala Dusun Kutan, Totok Unggul, mengapresiasi inisiatif yang dilakukan mahasiswa KKN. Ia mengakui bahwa pemahaman masyarakat setempat mengenai langkah aman saat gempa masih minim, sehingga edukasi seperti ini dinilai sangat relevan.
“Saya sangat mengapresiasi adik-adik KKN yang mau memberikan edukasi seperti ini. Selama ini masyarakat di sini belum terlalu paham langkah-langkah aman saat gempa. Semoga dengan edukasi sejak dini ini, anak-anak bisa lebih siap dan tahu apa yang harus dilakukan jika suatu saat terjadi gempa,” ujar Totok.
Kegiatan ini menjadi salah satu program kerja KKN UPGRIS di Desa Randugunting yang menyasar kelompok usia anak-anak. Harapannya, pengetahuan mitigasi yang ditanamkan sejak dini dapat menumbuhkan budaya sadar bencana di masyarakat.