KUDUS, RRI - Belasan musisi Prancis dari Compagnie Kotekan duduk berdampingan dengan penabuh gamelan Gayam 16 Yogyakarta. Mereka membuka Festival Muria Raya (FMR) #6 di Desa Menawan, Kudus. Saxophone, trombone, dan terompet berpadu dengan denting gamelan dalam harmoni yang tidak lazim.
Perpaduan ini bukan sekadar pertunjukan. Ini adalah kolaborasi lintas budaya yang dipersiapkan panjang oleh kedua kelompok seni. Festival menghadirkan gamelan Prancis, kesenian Jepang, serta seniman lokal dalam perjalanan budaya mengelilingi kawasan Muria.
FMR #6 membuktikan bahwa musik tradisional dapat berdialog dengan instrumen modern tanpa kehilangan akar budayanya. Pertunjukan pembukaan ini menjadi simbol jembatan budaya antara Indonesia dan Prancis yang terus diperkuat melalui festival tahunan tersebut.