SOLO — Kebakaran TPA Putri Cempo di Mojosongo, Jebres, memaksa ratusan warga bertahan dari paparan asap tebal. PMI Kota Surakarta merespons dengan mengerahkan dua truk tangki air untuk membantu pemadaman sekaligus menerjunkan ambulans siaga di lokasi.
Kepala Seksi Penanggulangan Bencana PMI Kota Surakarta, Jumadi, menyampaikan bahwa bantuan disalurkan secara bertahap berdasarkan kebutuhan warga di lapangan. "Bantuan terus diberikan menyesuaikan kebutuhan warga terdampak," ujarnya.
Warga yang rumahnya berada di radius terdampak asap diarahkan ke Pendopo Kelurahan Mojosongo yang difungsikan sebagai pos pengungsian. Berdasarkan pendataan PMI, ada 73 pengungsi yang tercatat menerima perlindungan di lokasi tersebut.
Untuk melindungi saluran pernapasan, PMI menyiapkan total 1.000 masker. Di pos pengungsian, sebanyak 100 masker dewasa dan 30 masker anak-anak sudah didistribusikan kepada para pengungsi.
Distribusi masker terbesar menyasar RW 30 Mojosongo yang dihuni sekitar 400 kepala keluarga (KK). PMI menyalurkan 150 masker dewasa, 270 masker anak-anak, dan 80 masker kain ke wilayah ini—jumlah masker anak yang lebih besar mengindikasikan banyaknya balita yang rentan terhadap gangguan pernapasan akibat asap.
Keluhan iritasi mata juga menjadi perhatian. Sebanyak 50 obat tetes mata dibagikan kepada warga RW 39 Mojosongo yang sehari-hari beraktivitas di dekat lokasi kebakaran.
Kebutuhan pangan para pengungsi tidak luput dari perhatian. PMI Kota Surakarta menyalurkan 60 kotak makanan berupa nasi lengkap dengan lauk ke Pendopo Kelurahan Mojosongo.
Bantuan ini diharapkan memenuhi kebutuhan dasar warga yang memilih mengungsi ketimbang tinggal di rumah selama kebakaran masih menghasilkan asap pekat.
Di luar bantuan logistik, PMI turun langsung mendukung operasi pemadaman. Dua truk tangki air dikerahkan untuk memasok kebutuhan air bagi petugas pemadam kebakaran (Damkar) yang berjibaku menjinakkan api di tumpukan sampah.
Mobil ambulans juga disiagakan di sekitar TPA untuk memberikan layanan darurat jika ada warga atau petugas yang membutuhkan pertolongan medis cepat.
PMI Kota Surakarta memastikan pemantauan kondisi kebakaran terus dilakukan. Bantuan air, layanan ambulans, evakuasi, hingga kebutuhan dasar warga diberikan sebagai bagian dari upaya penanganan dampak kebakaran yang masih berlangsung.