Pencarian

Siswa SDN 2 Trimulyo Diajak Praktik Cuci Tangan Lewat Metode Simulasi, KKN UIN Walisongo Tanamkan PHBS Sejak Dini

Kamis, 03 September 2026 • 21:12:32 WIB
Siswa SDN 2 Trimulyo Diajak Praktik Cuci Tangan Lewat Metode Simulasi, KKN UIN Walisongo Tanamkan PHBS Sejak Dini
Siswa SDN 2 Trimulyo mempraktikkan gerakan cuci tangan pakai sabun dalam sosialisasi PHBS oleh mahasiswa KKN UIN Walisongo di Demak.

DEMAK — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 101 UIN Walisongo Semarang menggelar sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di SD Negeri 2 Trimulyo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Kamis (20/8/2026). Kegiatan ini menyasar siswa kelas 3 dan 4 yang berkumpul dalam satu ruang kelas untuk mengikuti rangkaian edukasi kesehatan.

Sosialisasi ini merupakan bagian dari program kerja KKN yang berfokus pada penanaman kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak usia dini. Para mahasiswa menyiapkan materi yang disesuaikan dengan keseharian anak-anak, mulai dari tata cara mandi yang benar, waktu dan cara menyikat gigi, hingga kebiasaan membuang sampah pada tempatnya.

Praktik Cuci Tangan Jadi Sesi Paling Diminati

Sesi praktik cuci tangan pakai sabun (CTPS) menjadi materi utama yang paling menyita perhatian siswa. Mereka tidak hanya mendengar penjelasan teori, tetapi juga diajak mempraktikkan langsung gerakan mencuci tangan yang benar di depan kelas.

Suasana kelas berubah meriah ketika para siswa secara bergantian memperagakan langkah-langkah CTPS. Mereka tampak antusias mengikuti setiap arahan dari kakak-kakak mahasiswa KKN.

Simulasi dan Media Visual Bikin Materi Lebih Mudah Dipahami

Agar pesan PHBS tidak terasa menggurui, mahasiswa KKN menggunakan metode interaktif yang memadukan penjelasan lisan, media visual sederhana, dan simulasi. Pendekatan ini dipilih karena menyesuaikan dengan karakteristik anak sekolah dasar yang lebih mudah menangkap materi melalui praktik dan permainan dibandingkan ceramah.

Sabila, salah satu anggota KKN Posko 101, mengatakan kegiatan ini merupakan wujud kepedulian mereka terhadap kesehatan generasi mendatang. Ia berharap anak-anak terbiasa menerapkan pola hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari sejak dini.

Target: Siswa Jadi Agen Perubahan di Rumah

Melalui edukasi ini, mahasiswa KKN berharap kebiasaan baik yang diajarkan tidak berhenti di lingkungan sekolah. Siswa diharapkan mampu menerapkannya secara konsisten di rumah serta menjadi contoh bagi keluarga dan teman sebaya.

Dengan begitu,PHBS tidak hanya tumbuh di lingkungan SDN 2 Trimulyo, tetapi juga berkembang lebih luas di tengah masyarakat Kecamatan Guntur. Kegiatan ini menjadi salah satu kontribusi nyata mahasiswa KKN Posko 101 UIN Walisongo dalam mendukung peningkatan kesadaran kesehatan publik melalui pendidikan sejak usia dini.

Follow jatenglink.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jatengnews.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks