Kebiasaan Menahan BAB pada Anak Tidak Sebabkan Usus Buntu, Ini Penjelasan Dokter IDAI

Penulis: Surya Dinata  •  Sabtu, 05 September 2026 | 12:33:01 WIB
Dokter anggota IDAI menegaskan bahwa menahan buang air besar tidak menyebabkan radang usus buntu pada anak.

JAWA TENGAH — “Jangan nahan BAB, nanti usus buntu!” Kalimat ini mungkin sering Bunda ucapkan atau dengar dari orang sekitar. Kekhawatiran ini memang sudah turun-temurun dipercaya, tapi apakah benar secara medis?

Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Gastrohepatologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr Himawan Aulia Rahman, SpA, Subsp.G.H.(K), menegaskan bahwa anggapan tersebut hanyalah mitos belaka.

Fakta Medis di Balik Mitos Menahan BAB

Banyak yang membayangkan kotoran yang ditahan akan menumpuk dan menyumbat usus buntu. Namun, dr Himawan menjelaskan bahwa secara anatomi, lokasi sembelit dan usus buntu sangat berjauhan.

“Karena lokasi sembelit dan lokasi usus buntu itu cukup jauh. Kalau usus buntu itu terjadi di usus besar bagian awal, sembelit itu masalahnya di usus besar bagian akhir,” jelasnya dalam konferensi pers daring, Selasa (1/9/2026).

Usus buntu atau apendiks terletak di sisi kanan bawah perut, tepatnya di pertemuan usus halus dan pangkal usus besar. Sementara itu, feses yang tertahan akibat kebiasaan menahan BAB sudah berada di ujung usus besar, dekat dengan rektum dan anus.

“Jadi, tidak ada hubungannya secara langsung bahwa menahan BAB atau sembelit itu bisa membuat usus buntu,” tegas dr Himawan.

Penyebab Radang Usus Buntu yang Perlu Diketahui

Meski bukan karena menahan BAB, radang usus buntu atau apendisitis tetap perlu diwaspadai. Kondisi ini terjadi ketika apendiks meradang, biasanya karena tersumbat oleh feses keras, benda asing, atau infeksi.

Gejala khas yang perlu Bunda waspadai adalah nyeri yang berpindah dari sekitar pusar ke kanan bawah perut. Nyeri ini biasanya semakin berat saat bergerak, batuk, atau ditekan.

Jika anak menunjukkan gejala tersebut, segera konsultasikan ke dokter. Penanganan dini sangat penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.

Kebiasaan BAB Teratur Tetap Penting untuk Kesehatan Anak

Walaupun tidak menyebabkan usus buntu, Bunda tetap perlu membiasakan si kecil buang air besar secara teratur. Kebiasaan menahan BAB bisa memicu masalah pencernaan lain yang membuat perut terasa kembung dan begah.

Ajarkan anak untuk tidak menunda ketika merasakan ingin BAB, terutama saat sedang bermain atau beraktivitas di sekolah. Pastikan juga asupan serat dan cairannya tercukupi setiap hari agar pencernaannya lancar.

Dengan begitu, Bunda bisa lebih tenang dan fokus menjaga kesehatan pencernaan si kecil secara menyeluruh tanpa perlu khawatir berlebihan pada mitos yang belum tentu benar.

Reporter: Surya Dinata
Sumber: health.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top