AiMOGA Mornine M1 Menang Telak di Indonesia: Tesla dan Xpeng Masih Sekadar Janji, Robot Ini Sudah Bekerja di Dealer Chery

Penulis: Rendi Kusuma  •  Selasa, 08 September 2026 | 17:18:01 WIB
Robot humanoid AiMOGA Mornine M1 berinteraksi dengan pengunjung di dealer Chery Indonesia.

JAWA TENGAH — Persaingan robot humanoid memasuki babak panas menjelang 2027. Di Indonesia, peta persaingan mulai terlihat jelas: AiMOGA mencuri start dengan kehadiran fisik, sementara Tesla dan Xpeng masih berkutat pada janji serta demonstrasi.

Mornine M1 bukan sekadar pajangan pameran. Sejak IIMS 2026 di Jakarta pada Februari lalu, ia tampil memukau. Lanjut ke GIIAS 2026 di ICE BSD, Tangerang, pada Agustus, ia kembali menyita perhatian. Kini, robot itu bekerja nyata di dealer Chery—menyambut tamu dan memandu konsultasi pelanggan.

Bukan Cuma Pameran, Sudah Tugas di Dealer Chery

Kehadiran Mornine di dealer Chery Indonesia menandai langkah yang berbeda dari sekadar seremoni peluncuran. Robot ini dipercaya berinteraksi langsung dengan calon pembeli, menemani konsultasi, dan mendampingi staf dealer melayani pengunjung. Ini uji nyata di lingkungan ritel otomotif, bukan laboratorium.

Ekspansi AiMOGA tidak berhenti di Indonesia. Malaysia dan Afrika Selatan menjadi target pasar berikutnya untuk operasional robot ini.

Spek Mornine M1: 40 Derajat Kebebasan dan Kuasai 11 Bahasa

Secara teknis, Mornine M1 bukan robot pajangan. Dengan tinggi 167 cm dan berat 70 kg, ia memiliki 40 derajat kebebasan (DOF) yang membuat gerakannya luwes. Kecepatan berjalannya 1 meter per detik, cukup untuk menemani manusia berjalan santai di area showroom.

Sistem navigasinya mengandalkan satu unit 3D LiDAR, dua kamera kedalaman, satu kamera wide-angle, dan empat radar ultrasonik. Akurasi navigasinya diklaim mencapai ±5 cm. Baterai 0,7 kWh-nya bertahan sekitar 2 jam dengan waktu pengisian yang sama. Ia juga menguasai 11 bahasa untuk mendukung interaksi.

Harga dan Sertifikasi Lengkap untuk Pasar Global

AiMOGA membanderol Mornine M1 seharga 285.800 yuan atau sekitar Rp 729,7 juta. Unitnya sudah bisa dipesan lewat platform JD.com dengan pengiriman mulai Mei 2026. Ada juga robot anjing bernama Argos X1 yang dijual lebih terjangkau, Rp 40,3 juta (15.800 yuan).

Per 25 Agustus 2026, Mornine mencetak sejarah sebagai satu-satunya robot humanoid di dunia yang mengantongi tiga sertifikasi Uni Eropa sekaligus: CE-MD untuk keselamatan mesin, EN 18031 untuk keamanan siber, dan CE-RED untuk peralatan radio. Seluruh pengujian dilakukan oleh TÜV Rheinland, ditambah sertifikasi FCC dari Amerika Serikat.

"Sertifikasi tidak pernah sekadar tahapan administratif, melainkan awal perjalanan robot menuju dunia nyata," ujar Zhang Guibing, President of Chery International sekaligus President of AiMOGA Robotics, dalam pernyataan resminya.

Pesaing di Kancah Global: AGIBOT Produksi Massal, Atlas Tak Dijual

Di panggung global, AiMOGA punya saingan berat. AGIBOT dari Zhiyuan Robotics memegang rekor volume produksi tercepat dengan 10.000 unit kumulatif pada Maret 2026. Model X2 mereka dijual sekitar Rp 431,5 juta dan bermitra dengan CATL untuk urusan baterai. Sementara itu, Boston Dynamics Atlas mengambil jalur berbeda—tidak dijual ke publik dan hanya fokus pada program pilot untuk enterprise, bermitra dengan Toyota Research Institute.

Dari daftar itu, AiMOGA adalah satu-satunya yang sudah memiliki jejak operasional nyata di Indonesia. Tesla dengan Optimus dan Xpeng dengan robotnya masih berkutat pada demonstrasi dan pengembangan, tanpa kehadiran pasar yang konkret di dalam negeri.

Reporter: Rendi Kusuma
Sumber: tekno.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top