Bayi Sembelit saat Mulai MPASI: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Penulis: Teguh Prasetyo  •  Jumat, 11 September 2026 | 14:46:01 WIB
Ilustrasi bayi mengonsumsi makanan pendamping ASI (MPASI) di rumah.

JAWA TENGAH — Selama sekitar enam bulan pertama, sistem pencernaan bayi terbiasa mengolah ASI atau susu formula. Begitu MPASI dimulai, saluran cerna perlu menyesuaikan diri dengan tekstur dan kandungan nutrisi yang berbeda. Perubahan inilah yang sering membuat pola BAB si Kecil ikut berubah.

Bayi yang sebelumnya punya pola BAB tertentu bisa jadi lebih jarang BAB atau mengalami perubahan konsistensi feses. Menurut dr. Adhytio Yasashii, Sp.A., dokter spesialis anak yang aktif membagikan edukasi seputar nutrisi dan kesehatan anak melalui akun Instagram @drtio.pediatrics, sembelit saat awal MPASI tidak selalu berarti ada makanan yang tidak cocok.

Kenapa Bayi Sembelit saat Mulai MPASI?

Sistem pencernaan bayi butuh waktu menyesuaikan diri dengan makanan padat. Perubahan jenis dan tekstur makanan membuat saluran cerna bekerja dengan cara baru. Dampaknya, frekuensi BAB bisa melambat atau konsistensi feses berubah.

Karena itu, jangan langsung menuduh satu jenis makanan sebagai penyebab. Yang lebih penting adalah melihat gambaran keseluruhan: apa yang si Kecil makan, seberapa cukup cairannya, dan seberapa aktif ia bergerak.

Tanda Bayi Mengalami Sembelit

Perubahan frekuensi BAB setelah MPASI tidak otomatis berarti sembelit. Yang perlu diperhatikan justru konsistensi feses dan kondisi bayi saat BAB. Beberapa tanda yang bisa muncul:

  • Feses terasa keras, kering, atau berbentuk seperti butiran kecil.
  • Bayi terlihat kesakitan atau menangis ketika BAB.
  • Bayi tampak mengejan kuat dan tidak nyaman.
  • Perut terasa lebih penuh atau bayi menunjukkan ketidaknyamanan saat ingin BAB.
  • Ada sedikit darah pada permukaan feses, bisa terjadi akibat luka kecil di sekitar anus karena feses yang keras.

Cairan, Variasi Makanan, dan Aktivitas Ikut Berpengaruh

Saat mulai MPASI, jangan hanya memerhatikan makanan. Pastikan si Kecil tetap mendapat cukup cairan. Perubahan porsi makanan terkadang membuat frekuensi menyusu ikut berkurang, sehingga kebutuhan cairan perlu tetap dijaga.

Menu MPASI sebaiknya diberikan bervariasi sesuai usia dan kebutuhan bayi. Buah dan sayur bisa menjadi bagian dari menu, tapi porsinya perlu disesuaikan agar pola makan tetap seimbang.

Aktivitas fisik juga berperan. Bayi yang aktif bergerak mendapat stimulasi alami yang mendukung pergerakan tubuh, termasuk aktivitas saluran pencernaannya.

Kapan Sembelit Bayi Perlu Diwaspadai?

Sembelit yang hanya sesekali saat tubuh beradaptasi dengan MPASI belum tentu tanda masalah serius. Namun, ada kondisi yang perlu lebih diperhatikan:

  • Sembelit berlangsung terus-menerus lebih dari 1–2 minggu.
  • Bayi terlihat kesakitan saat BAB, terutama jika keluhan berulang.
  • Berat badan sulit naik atau pertumbuhan tidak sesuai harapan.

Jika menemukan kondisi tersebut, sebaiknya segera konsultasi ke dokter spesialis anak.

Langkah Penanganan di Rumah

Ada beberapa hal yang bisa ibu lakukan untuk membantu menjaga kelancaran BAB si Kecil:

  • Berikan buah pencahar alami seperti pir, pepaya, plum, dan prun karena mengandung serat dan air.
  • Cukupi kebutuhan air dan ASI. Setelah bayi berusia 6 bulan, air putih matang boleh diberikan di sela waktu makan sekitar 30–60 ml per hari untuk membantu mendorong makanan di saluran pencernaan.
  • Tambahkan lemak tambahan seperti unsalted butter atau extra virgin olive oil ke dalam MPASI.
  • Pijat lembut perut bayi membentuk huruf I, L, dan U terbalik dari arah kanan bawah ke kiri bawah perut.
  • Mandikan bayi dengan air hangat.

Jadi, bayi sembelit saat mulai MPASI belum tentu disebabkan makanan yang dikonsumsi. Perhatikan cairan, variasi menu, dan aktivitas hariannya. Bila keluhan berlanjut atau mengganggu pertumbuhan, jangan ragu berkonsultasi dengan dokter spesialis anak.

Reporter: Teguh Prasetyo
Sumber: popmama.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top