JAWA TENGAH — Selama sekitar enam bulan pertama, sistem pencernaan bayi terbiasa mengolah ASI atau susu formula. Begitu MPASI dimulai, saluran cerna perlu menyesuaikan diri dengan tekstur dan kandungan nutrisi yang berbeda. Perubahan inilah yang sering membuat pola BAB si Kecil ikut berubah.
Bayi yang sebelumnya punya pola BAB tertentu bisa jadi lebih jarang BAB atau mengalami perubahan konsistensi feses. Menurut dr. Adhytio Yasashii, Sp.A., dokter spesialis anak yang aktif membagikan edukasi seputar nutrisi dan kesehatan anak melalui akun Instagram @drtio.pediatrics, sembelit saat awal MPASI tidak selalu berarti ada makanan yang tidak cocok.
Sistem pencernaan bayi butuh waktu menyesuaikan diri dengan makanan padat. Perubahan jenis dan tekstur makanan membuat saluran cerna bekerja dengan cara baru. Dampaknya, frekuensi BAB bisa melambat atau konsistensi feses berubah.
Karena itu, jangan langsung menuduh satu jenis makanan sebagai penyebab. Yang lebih penting adalah melihat gambaran keseluruhan: apa yang si Kecil makan, seberapa cukup cairannya, dan seberapa aktif ia bergerak.
Perubahan frekuensi BAB setelah MPASI tidak otomatis berarti sembelit. Yang perlu diperhatikan justru konsistensi feses dan kondisi bayi saat BAB. Beberapa tanda yang bisa muncul:
Saat mulai MPASI, jangan hanya memerhatikan makanan. Pastikan si Kecil tetap mendapat cukup cairan. Perubahan porsi makanan terkadang membuat frekuensi menyusu ikut berkurang, sehingga kebutuhan cairan perlu tetap dijaga.
Menu MPASI sebaiknya diberikan bervariasi sesuai usia dan kebutuhan bayi. Buah dan sayur bisa menjadi bagian dari menu, tapi porsinya perlu disesuaikan agar pola makan tetap seimbang.
Aktivitas fisik juga berperan. Bayi yang aktif bergerak mendapat stimulasi alami yang mendukung pergerakan tubuh, termasuk aktivitas saluran pencernaannya.
Sembelit yang hanya sesekali saat tubuh beradaptasi dengan MPASI belum tentu tanda masalah serius. Namun, ada kondisi yang perlu lebih diperhatikan:
Jika menemukan kondisi tersebut, sebaiknya segera konsultasi ke dokter spesialis anak.
Ada beberapa hal yang bisa ibu lakukan untuk membantu menjaga kelancaran BAB si Kecil:
Jadi, bayi sembelit saat mulai MPASI belum tentu disebabkan makanan yang dikonsumsi. Perhatikan cairan, variasi menu, dan aktivitas hariannya. Bila keluhan berlanjut atau mengganggu pertumbuhan, jangan ragu berkonsultasi dengan dokter spesialis anak.