SEMARANG — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang menawarkan tiga pilihan program city tour kepada para kafilah MTQ Nasional XXXI 2026. Kepala Bidang Industri Pariwisata Disbudpar Kota Semarang, Deasy Ismalia, menyebut peserta bisa memilih kunjungan wisata bersejarah, Kafilah Dolan, atau Kafilah Mubeng-Mubeng Kota Semarang.
Rombongan diberangkatkan dari Balai Kota Semarang sekitar pukul 15.00 WIB. Armada yang dipakai berasal dari Dinas Perhubungan Kota Semarang, mencakup bus tingkat dan shuttle bus.
Program pertama mengajak kafilah menyusuri destinasi wisata sejarah dan budaya Kota Semarang. Rutenya meliputi Lawang Sewu, Sam Poo Kong, Museum Kota Lama, Alun-Alun Semarang, Masjid Kauman, dan kawasan Kota Lama.
Rancangan rute itu dibuat agar peserta dari berbagai daerah mengenal lebih dekat sejarah, budaya, dan karakter Kota Semarang selama berada di Jawa Tengah.
Program kedua bertajuk Kafilah Dolan mengarahkan peserta ke Desa Wisata Kandri dan Goa Kreo. Kandri dipilih karena telah dicanangkan sebagai Desa Wisata Ramah Muslim sekaligus pilot project destinasi wisata ramah muslim di Jawa Tengah.
Pemilihan Kandri memperkenalkan alternatif destinasi Semarang yang menawarkan pengalaman alam dan budaya dengan konsep pariwisata sesuai kebutuhan wisatawan muslim.
Program ketiga, Kafilah Mubeng-Mubeng Kota Semarang, melengkapi dua pilihan sebelumnya. Deasy menegaskan tiga program itu disiapkan agar peserta MTQ tidak hanya mengikuti rangkaian kompetisi selama berada di Semarang.
"Ada tiga program yang kita tawarkan ke peserta MTQ, mereka bisa menikmati program kunjungan ke wisata bersejarah, desa wisata, dan muter-muter Semarang," kata Deasy, Rabu (16/9).
MTQ Nasional XXXI 2026 di Kota Semarang diikuti kafilah dan pendamping dari 38 provinsi. Program city tour berlangsung empat hari, mulai Rabu (16/9/2026) hingga Sabtu (19/9/2026).