SEMARANG — Nasi Ayam Bu Pini di Gang Pinggir Nomor 75, Kranggan, Kecamatan Semarang Tengah, menjadi salah satu warung yang paling sering disebut pencari sarapan pagi. Warung ini melayani pembeli mulai pukul 05.30 hingga 21.30 WIB setiap hari. Harga per porsinya berkisar Rp 12.000 sampai Rp 15.000.
Menu andalannya berupa nasi ayam berkuah opor kental. Sajian itu dilengkapi suwiran ayam, sayur labu siam, dan telur bacem. Kombinasi bumbu gurih dan manis membuatnya cocok disantap saat perut masih kosong.
Kawasan pesisir utara Pulau Jawa punya karakter kuliner yang terbentuk dari perpaduan budaya Jawa, Arab, dan Tionghoa. Resep turun-temurun itu masih dipertahankan di warung-warung sederhana di sudut kota. Pembeli tidak hanya mendapat makanan, tetapi juga pengalaman menikmati suasana kota lama.
Bagi wisatawan, sarapan di warung tradisional jauh lebih hemat dibanding makan di kafe atau restoran hotel. Satu porsi nasi ayam dengan lauk lengkap cukup mengisi energi sampai siang. Warga lokal sendiri sudah menjadikan tempat-tempat ini bagian dari rutinitas harian.
Warung sarapan di Semarang umumnya punya pola yang mirip. Mereka buka sebelum matahari terbit, menyajikan menu terbatas, dan tutup ketika dagangan habis. Beberapa di antaranya bertahan puluhan tahun karena pelanggan setia yang datang sejak muda.
Kebersihan tempat menjadi pertimbangan utama pembeli. Warung yang dikelola keluarga biasanya lebih terjaga karena pemilik ikut langsung melayani. Porsi yang konsisten juga jadi alasan pelanggan kembali lagi ke tempat yang sama.
Kisaran harga Rp 12.000 hingga Rp 15.000 per porsi membuat sarapan di warung tradisional masih terjangkau bagi pelajar, pekerja kantoran, maupun pedagang pasar. Sebagian warung bahkan menyediakan tambahan telur atau tahu dengan tambahan biaya kecil.
Selisih harga dengan kafe modern bisa mencapai dua hingga tiga kali lipat. Bagi keluarga yang sarapan bersama, penghematan itu terasa signifikan. Alasan ekonomi inilah yang membuat warung legendaris tetap ramai meski tidak pernah beriklan.
Pengunjung disarankan datang antara pukul 06.00 dan 08.00 WIB. Pada jam itu, hidangan baru selesai dimasak dan suasana masih relatif lengang. Setelah pukul 09.00, beberapa menu andalan biasanya sudah habis.
Akhir pekan menjadi waktu paling padat. Antrean bisa mengular hingga ke jalan, terutama di warung yang lokasinya sempit. Pembeli yang ingin cepat sebaiknya memesan untuk dibungkus.
Daftar lengkap lima tempat sarapan murah dan enak di Semarang dapat menjadi panduan bagi warga maupun pelancong. Warung-warung itu tersebar di kawasan Semarang Tengah dan sekitarnya, dengan jam buka yang berbeda satu sama lain. Memilih waktu kunjungan yang tepat menentukan apakah pembeli kebagian menu favorit atau tidak.