Pasar Kamis Wage Penggarit Pemalang Hadir Sebulan Sekali, Transaksi Wajib Pakai Koin Klitik Kayu

Penulis: Rendi Kusuma  •  Sabtu, 26 September 2026 | 09:46:01 WIB
Pengunjung menukarkan uang dengan koin klitik kayu sebelum bertransaksi di Pasar Kamis Wage Penggarit, Pemalang.

PEMALANG — Konsep yang diusung Pasar Kamis Wage Penggarit memang bukan pasar kaget biasa. Pengunjung yang datang ke Benowo Park tidak bisa membayar dagangan dengan uang rupiah seperti di pusat kuliner modern. Mereka harus menukar uang dengan kepingan kayu bernama koin klitik lebih dulu, lalu memakainya untuk bertransaksi di setiap lapak.

Aturan itu berlaku untuk semua pembeli tanpa kecuali. Sistem barter modern ini sengaja diterapkan agar pengunjung merasakan pengalaman berbelanja seperti masyarakat Jawa zaman dahulu.

Mengapa Transaksi di Pasar Ini Harus Pakai Koin Klitik Kayu?

Koin klitik menjadi alat tukar resmi selama pasar berlangsung. Pengunjung menukarkan sejumlah uang di loket penukaran, kemudian menerima kepingan kayu dengan nominal tertentu yang bisa dipakai membeli makanan atau minuman.

Pedagang menerima klitik sebagai pembayaran sah, bukan rupiah. Cara ini membuat alur belanja berbeda dari pasar konvensional dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang mencari pengalaman budaya.

30 Lapak Pedagang Berbusana Adat Jawa di Bawah Rindang Pepohonan

Sekitar 30 pedagang mengisi area pasar dengan busana adat Jawa lengkap. Mereka tidak hanya berjualan, tetapi juga menjadi bagian dari pertunjukan budaya yang menghidupkan suasana perkampungan Jawa kuno.

Lokasi pasar berada di dalam kawasan Benowo Park yang dikelilingi pepohonan rindang. Naungan pohon membuat suasana berbelanja terasa sejuk meski pasar hanya beroperasi hingga tengah hari.

Wadah Tanah Liat dan Daun Pisang Perkuat Nuansa Tempo Dulu

Penyajian makanan di Pasar Kamis Wage Penggarit mengikuti cara lama. Makanan disajikan memakai wadah tanah liat dengan alas daun pisang atau daun jati, sedangkan minuman dituang ke dalam wadah berbahan kayu.

Perlengkapan tradisional itu dipakai pedagang untuk memperkuat nuansa masa lampau. Pengunjung tidak sekadar membeli makanan, tetapi mendapatkan pengalaman kuliner bernuansa tradisional yang menjadi salah satu daya tarik kawasan Benowo Park.

Jajanan Tradisional yang Jarang Ditemui Sehari-hari

Pilihan kuliner di pasar ini mencakup makanan ringan hingga hidangan tradisional yang mengenyangkan. Pada penyelenggaraan 24 September 2026, pedagang menjual bubur kacang hijau dan biji salak.

Ada pula bubur mutiara serta beragam makanan tradisional lainnya. Koleksi jajanan tersebut membuat pengunjung dapat mencicipi makanan yang jarang ditemui sehari-hari.

Beberapa jenis jajanan tradisional yang dikenal di pasar ini antara lain:

  • Getuk
  • Tiwul

Kapan Pasar Kamis Wage Penggarit Buka?

Pasar ini tidak buka setiap hari atau setiap pekan. Jadwal operasionalnya mengikuti pasaran Jawa Kamis Wage, sehingga hanya berlangsung sebulan sekali.

Jam bukanya dimulai pukul 06.00 dan berakhir pukul 12.00 WIB. Pengunjung yang ingin menikmati suasana pasar secara utuh disarankan datang pagi karena aktivitas pedagang paling ramai pada awal pembukaan.

Konsep ini memberikan ruang bagi kuliner tradisional untuk tetap dikenal masyarakat. Bagi pencinta wisata budaya dan kuliner nostalgia, mengunjungi Pasar Kamis Wage Penggarit memberikan impresi yang jauh berbeda dibanding pasar kaget atau pusat kuliner modern.

Reporter: Rendi Kusuma
Sumber: radartegal.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top