JAWA TENGAH — Toyota Supra sudah melewati lima generasi sejak debutnya sebagai varian mewah Celica pada April 1978. Catatan akselerasi 0-60 mph tiap generasi menunjukkan lompatan besar, dari 10,2 detik di generasi pertama hingga 6,4 detik di generasi ketiga. Generasi kelima yang dikembangkan bersama BMW menjadi yang tercepat, meski data resminya belum dipaparkan dalam bahan ini.
Toyota pertama kali memperkenalkan Celica XX di Jepang pada April 1978, sebuah coupe dua pintu yang dibangun dari basis Celica dengan kabin lebih mewah, opsi pelapis kulit, hingga peredam suara tambahan. Model ini masuk pasar Amerika Serikat setahun kemudian dengan nama Celica Supra dan kode internal A40.
Di Jepang, Celica Supra ditawarkan dengan pilihan mesin 2.0 liter dan 2.6 liter. Hanya versi mesin besar yang dijual di Amerika. Kehadiran mesin inline-6 membedakan Supra dari Celica biasa.
Mesin 2.6 liter awal menghasilkan 110 horsepower dan torsi 136 pound-feet. Majalah Car and Driver mencatat akselerasi 0-60 mph dalam 11,2 detik. Mesin ini juga menjadi unit Toyota pertama dengan injeksi bahan bakar elektronik.
Setahun berselang, Toyota merombak suspensi belakang dari solid axle ke desain independen dengan semi-trailing arm dan coil spring. Mesin baru 2.8 liter inline-6 menaikkan tenaga ke 116 hp dan torsi 145 lb-ft. Model yang tak resmi disebut A50 ini diklaim Toyota mampu menempuh 0-60 mph dalam 10,2 detik.
Rival terberat Supra generasi pertama adalah Datsun Fairlady Z. Layout keduanya nyaris sama: mesin 6 silinder, bodi coupe dua pintu, penggerak roda belakang.
Generasi kedua meluncur pada 1982 dan masih menyandang nama Celica Supra. Bagian depannya dibuat unik dengan lampu pop-up, plus opsi sunshade "aero" di kaca belakang. Paket Performance menghadirkan roda dan ban lebih lebar, yang memaksa Toyota menambah fender melebar.
Kabinnya dilengkapi jok sport dengan lumbar support yang bisa diatur. Pembeli masih bisa memilih transmisi manual lima percepatan atau otomatis empat percepatan. Fitur standar mencakup kontrol iklim otomatis, power window, dan cruise control. Versi Luxury bahkan mendapat instrumentasi elektronik dengan "Navicom", cikal bakal navigasi satelit berbasis GPS.
Mesin 2.8 liter inline-6 dengan double overhead camshaft memulai karier dengan 145 horsepower. Di akhir masa produksinya, tenaganya naik hingga 161 hp dan torsi 169 lb-ft. Klaim Toyota, akselerasi 0-60 mph tembus 8,4 detik.
Model ini mendapat penghargaan "Import Car of the Year" dari Motor Trend dan masuk daftar "10 Best" Car and Driver. Lotus di Inggris turut mengembangkan sasisnya, karena Toyota saat itu memegang saham di Lotus Engineering.
Iterasi ketiga Supra menandai era baru dengan turbocharger dan teknologi yang lebih maju. Catatan 0-60 mph menyusut ke 6,4 detik, lompatan signifikan dari generasi sebelumnya. Detail lengkap soal mesin dan spesifikasi generasi ini belum dipaparkan dalam bahan.
Supra generasi keempat melanjutkan tradisi mesin inline-6 turbo Toyota. Generasi kelima dikembangkan bersama BMW dan menjadi yang tercepat dari seluruh jajaran Supra. Namun, angka resmi 0-60 mph untuk kedua generasi ini tidak dicantumkan dalam bahan.
Nama Supra akan merayakan ulang tahun ke-50 pada 2028. Toyota kini kembali fokus ke mobil performa tinggi, termasuk supercar GR GT yang akan datang. Peluang kebangkitan nameplate Supra di masa depan tetap terbuka, dan kemungkinan besar akan melampaui catatan akselerasi semua generasi sebelumnya.